Key Issue: Gunung Semeru Alami 16 Kali Gempa Letusan Selama 6 Jam Terakhir
Gunung Semeru Alami 16 Kali Gempa Letusan Selama 6 Jam Terakhir
Di Perbatuan Lumajang dan Malang, Jawa Timur
Sejak tiga jam terakhir, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mencatat 16 kali gempa letusan. Menurut Mukdas Sofian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas tersebut terjadi antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pada Rabu (1/4).
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 164 detik,” ujarnya.
Dalam periode yang sama, juga tercatat satu gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 25 mm dan durasi 13 detik. Selain itu, terdapat satu gempa vulkanik dalam, yaitu amplitudo 20 mm, S-P 5 detik, serta durasi 23 detik. Mukdas menambahkan, Gunung Semeru juga mengalami satu gempa tektonik jauh dengan amplitudo 38 mm, S-P 15 detik, dan durasi 57 detik.
Pengamatan visual menunjukkan Gunung Semeru tampak jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati, sementara cuaca bervariasi antara cerah dan berawan. Angin yang bertiup kecil ke arah barat laut.
Pada pukul 05.00 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut. “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya,” tambah Mukdas.
Saat ini, Gunung Semeru berada dalam status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak 13 km dari puncak. Di luar area tersebut, pengunjung tidak boleh mendekati tepi sungai hingga 500 meter karena risiko perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Mukdas juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bermula di puncak Gunung Semeru. Area yang perlu dijaga termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang berasal dari Besuk Kobokan.