Key Strategy: Mendikdasmen Tegaskan TKA SMP Masuk Komponen Seleksi Siswa SMA/SMK
Mendikdasmen: TKA SMP Jadi Bagian Penting dalam Seleksi Siswa ke SMA/SMK
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan inspeksi langsung pada hari kedua pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/4). Dalam kesempatan itu, Mu’ti menegaskan bahwa nilai TKA kini dianggap sebagai komponen penting dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK.
“Dengan TKA, penilaian akademik tidak hanya berdasarkan rapor, tetapi juga mencakup literasi, numerasi, dan karakter siswa,” ujarnya.
Mu’ti menjelaskan bahwa integrasi TKA dalam sistem seleksi jalur prestasi bertujuan menciptakan standar penilaian yang lebih inklusif. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa TKA dirancang untuk mengukur kemampuan yang lebih luas dibandingkan ujian nasional (UN) sebelumnya. “TKA tidak hanya menilai akademik, tetapi juga membentuk nilai dan kepribadian siswa,” tambahnya.
Pengembangan Soal Berdasarkan Wilayah
Untuk jenjang SMP, penyusunan soal TKA melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan provinsi guna mengevaluasi kemampuan secara regional. “Soal dibuat bersama pemerintah pusat dan provinsi agar bisa mengukur kemampuan di tingkat wilayah, sementara SD menggunakan soal yang disiapkan kabupaten/kota masing-masing,” jelas Mu’ti.
Ia menyatakan bahwa pelaksanaan TKA secara nasional berjalan lancar dengan penekanan pada integritas. “Hasil ujian ini bisa menjadi dasar evaluasi kebijakan pendidikan pusat dan daerah,” tambahnya.
Respons Positif dari Siswa
Mu’ti juga mencatat antusiasme siswa sebagai indikasi bahwa TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga mampu membangkitkan semangat belajar. “Saya berdialog dengan para peserta dan mereka menunjukkan semangat yang luar biasa. Mereka merasa soal TKA relatif mudah,” ujarnya.
Pemeriksaan sekaligus mencakup kesiapan fasilitas, termasuk ruang ujian dan laboratorium komputer. Mu’ti memastikan bahwa seluruh aspek teknis telah dipersiapkan dengan optimal. “Saya percaya TKA menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan berkualitas untuk semua,” katanya.
Kebijakan Tidak Menjadi Penentu Utama
Febrina Kusumawati, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, menegaskan bahwa siswa tidak merasa tertekan. Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi karena format ujian dianggap sebagai tantangan yang bermanfaat. “Beliau hadir sejak pagi dan berdialog langsung dengan siswa. Mereka senang dan antusias, bahkan seolah merindukan suasana evaluasi seperti dulu,” katanya.
Febrina menambahkan bahwa meski nilai TKA menjadi penambah nilai dalam jalur prestasi SPMB, hasil tes ini bukan penentu utama kelulusan. “Kelulusan tetap diputuskan oleh sekolah melalui proses pembelajaran,” tegas Febri.
Alhamdulillah, Pelaksanaan Berjalan Lancar
Cila, salah satu siswi SMPN 1 Surabaya, mengatakan bahwa tidak menemui hambatan signifikan dalam mengerjakan soal-soal TKA. “Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan TKA berjalan lancar. Saya dapat menyelesaikan semua soal dengan baik,” katanya.