Latest Update: Harta Ludes Tersapu Banjir Demak, Yang Tersisa Cuma Sertifikat Haji
Harta Fadholi Tersapu Banjir Demak, Hanya Sertifikat Haji yang Tersisa
Banjir yang melanda Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jumat (3/4), mengakibatkan kerusakan parah di sejumlah wilayah. Mbah Fadholi (70) menjadi salah satu korban yang kehilangan seluruh aset miliknya. Menurut laporan dari detikJateng, ia hanya mampu menyelamatkan dokumen haji saat air deras menghancurkan rumahnya di RT 2 RW 5, Dusun Selondoko.
Tanggul Sungai Tuntang Jebol
Banjir tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, yang berdampak pada 10 desa di 4 kecamatan. Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, mengungkapkan ketinggian air mulai surut dan kondisi mulai stabil. “Debit air dari atas sudah menyusut, sehingga wilayah terdampak mengalami tren penurunan,” jelas Agus saat dihubungi detikJateng, Minggu (5/4).
Wilayah yang terkena banjir meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, Bumiharjo, Sarimulyo, Solowire, Ploso, Grogol, dan Lempuyang. Di Trimulyo, ketinggian air mencapai 50-70 cm, sedangkan di Ploso hanya 30-40 cm. Di Tlogorejo, air masih tergenang hingga 20-40 cm.
“Ketinggian air di Desa Grogol sekitar 25-30 cm, dan ada limpasan di Turitempel, kondisinya masih aman,” tambah Agus.
Status tanggap darurat telah diterapkan sejak 3 April 2026, dengan masa berlaku selama dua minggu. “Tanggap darurat berlaku hingga 17 April, sambil kita evaluasi kondisi kecamatan lain,” pungkas Agus.
Kisah Mbah Fadholi
Mbah Fadholi menceritakan kejadian tersebut terjadi sangat cepat. Saat tanggul jebol, ia segera lari ke jalan desa untuk menyelamatkan diri. “Warga teriak ‘jebol-jebol’, langsung mlayu mrono (lari ke sana), cepet jebole (cepat jebolnya),” tutur Fadholi.
Sebelum melarikan diri, ia berusaha menyelamatkan barang berharga. Namun, hanya dokumen haji yang berhasil dibawanya. “Mung nyandak mlayu nggowo dokumen ngulon, haji (cuma sempat lari membawa dokumen untuk ke barat, pergi haji),” ucap Fadholi. Ia menyebut hajj adalah prioritas, karena sudah mendaftar beberapa tahun lalu.
“Wis daftar beberapa tahun lalu, berangkatnya kapan belum tahu, sing penting dokumen selamat,” tambahnya.
Bagian dalam rumah Fadholi hanyut, termasuk tiga lemari dan kursi panjang di depan. “Lemari telu ilang kabeh, amben kursi ning ngarep yo ilang. Yo wis ilang kabeh. Sing wingking niki, omah anak kulo malah ilang,” jelas Fadholi.
Sementara itu, warga mulai membersihkan lingkungan dari lumpur dan menjemur gabah yang tergenang. Dua unit ekskavator juga dikerahkan untuk menutup lubang di tanggul Dusun Solondoko. Meski begitu, tingkat banjir di permukiman masih cukup dalam, dengan air setinggi lutut di beberapa titik.
Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah
Agus Sukiyono menyebut jumlah pengungsi mencapai 2.867 jiwa. “Pengungsi sudah mulai pulang, karena wilayah Trimulyo, Tlogorejo, dan Sidoharjo kembali normal,” kata Agus. Namun, di Kantor Kecamatan Guntur, sebagian warga masih menunggu kondisi stabil.
Dari pantauan detikJateng, jalan utama warga di Trimulyo sudah surut, hanya tersisa genangan kecil. Meski begitu, banjir di permukiman masih mengancam, dengan ketinggian air hingga dada di RT 1 dan 2 RW 5.