Solution For: Banjir Demak: 583 Warga Mengungsi, Satu Orang Hilang
Banjir Demak: 583 Warga Mengungsi, Satu Orang Hilang
Sebuah bencana banjir menghantam Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (3/4) pagi, menyebabkan ratusan warga terpaksa berpindah ke lokasi pengungsian. Dalam kejadian ini, satu korban dilaporkan hilang, sementara kondisi air masih tinggi dan proses evakuasi terus berlangsung.
Bencana tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah hulu, meningkatkan debit air dan memicu jebolnya tanggul di Dukuh Solowere serta Dukuh Selodoko. Tekanan air yang tiba-tiba mengalir membuat permukiman warga terendam, memperparah situasi darurat.
Kecamatan Terdampak dan Jumlah Warga Terkena
Berdasarkan hasil kaji cepat dari BPBD Kabupaten Demak, banjir memengaruhi empat kecamatan, yaitu Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Total delapan desa terkena dampak, termasuk Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo di Kecamatan Guntur; Desa Ploso di Karangtengah; Desa Lempuyang di Wonosalam; serta Desa Solowire dan Sarimulyo di Kebonagung.
Data sementara menunjukkan 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terkena dampak banjir. Dari jumlah tersebut, 583 warga mengungsi ke beberapa titik, seperti Masjid Babu Rohim dan mushola di Dukuh Solondoko, Masjid Rodhotul Janah serta mushola di Dukuh Solowere, Balai Desa Telogorejo, Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo, dan Kantor Kecamatan Guntur.
Dampak pada Infrastruktur dan Kebutuhan Pengungsi
Kerusakan infrastruktur tercatat sebanyak 1.230 unit rumah yang terendam, empat unit di antaranya mengalami kerusakan berat. Fasilitas umum juga ikut terkena, meliputi 10 unit sekolah dan 15 tempat ibadah. Selain itu, sekitar 194 hektare lahan sawah terdampak.
Kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan dan layanan kesehatan, terus dipenuhi. Sejumlah warga yang membutuhkan perawatan medis juga menerima penanganan di lokasi pengungsian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap risiko banjir susulan. Hal ini disebabkan oleh kondisi tanggul yang rentan dan debit air yang tinggi, yang berpotensi memicu dampak lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Demak bersama instansi terkait telah melakukan upaya penanggulangan darurat, termasuk kaji cepat, koordinasi lintas sektor, penyiapan lokasi pengungsian, dan distribusi bantuan logistik. Penguatan tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang menjadi prioritas untuk mencegah bencana meluas.
Saat ini, posko lapangan berdiri di Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo. Proses evakuasi difokuskan pada Desa Trimulyo yang terdampak paling parah. Kebutuhan mendesak di lokasi terdampak meliputi air bersih, obat-obatan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, dan alat kebersihan.