Special Plan: Tangis Keluarga Pecah, Jenazah TNI Gugur di Lebanon Tiba di Cimahi
Tangis Keluarga Pecah, Jenazah TNI Gugur di Lebanon Tiba di Cimahi
Air mata keluarga membanjir ketika jenazah Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon, tiba di rumah duka Cipageran, Kota Cimahi, pada Sabtu (4/4). Dari laporan CNNIndonesia di lokasi, jenazah Zulmi disambut oleh keluarga dan personel TNI yang telah menunggu sejak sore hari. Pemakaman rencananya diadakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada hari Minggu (5/4).
Jenazah Zulmi akan beristirahat di Blok C1, dekat kuburan mendiang H. Sugito bin Martawiradji Mayjen TNI Purn. Asyawan Kasospol ABRI. Zulmi adalah salah satu dari 756 prajurit perdamaian asal Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak tahun 2025.
“Kapten Zulmi dan dua rekan yang gugur akan mendapatkan hak sesuatu aturan, serta akan dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB),” ungkap Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI, saat melayat ke rumah duka almarhum di Kota Cimahi pada Rabu (1/4/2026). Ia datang bersama istrinya, Evi Sophia Indra.
Dalam dua hari terakhir, tiga prajurit TNI tewas dalam serangan ledakan di Lebanon Selatan. Prajurit pertama, Praka Farizal Rhomadhon, gugur pada Minggu (29/3) akibat ledakan proyektil di dekat pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr. Serangan berlanjut, dan dua korban tewas pada Senin (30/3) karena ledakan yang sumbernya belum diketahui. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Pasukan TNI di Lebanon masih menghadapi ancaman, terbukti tiga anggota terluka pada Jumat (3/4) karena ledakan yang asalnya belum terungkap. Kematian Zulmi dan rekan-rekannya menjadi sorotan, dengan keluarga menunggu jenazah secara penuh sejak petang hingga malam hari.