Topics Covered: TKA SMP Gelombang I Berjalan Lancar, Sistem dan Partisipasi Terkendali

TKA SMP Gelombang I Berjalan Lancar, Sistem dan Partisipasi Terkendali

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada gelombang pertama, yang berlangsung 6 hingga 7 April 2026, dianggap berjalan lancar di seluruh Indonesia. Berdasarkan laporan dari Posko Pusat TKA, infrastruktur dan sistem penyelenggaraan menunjukkan stabilitas yang baik, dengan volume trafik tetap dalam batas daya tampung.

Partisipasi Peserta dan Sistem Pendukung

Sebanyak 1.935.778 siswa mengikuti TKA pada gelombang pertama, terdiri dari 1.777.571 peserta melalui platform daring dan 158.207 peserta melalui metode semi daring. Partisipasi ini melibatkan 33.349 sekolah penyelenggara tes daring serta 2.451 sekolah yang menerapkan model semi daring, menunjukkan partisipasi satuan pendidikan yang luas meski kondisi kesiapan beragam.

Pendukung Pelaksanaan

Pelaksanaan TKA didukung oleh 24.195 pengawas, 2.345 penyelia dari dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama, serta 42.852 proktor daring dan 3.188 proktor semi daring. Mereka berperan aktif dalam memastikan jalannya asesmen secara tertib di setiap institusi pendidikan.

Struktur Tes dan Pertimbangan Integritas

TKA diatur dalam dua hari per gelombang, dengan format berbeda setiap hari. Hari pertama meliputi 10 menit latihan, 75 menit tes Matematika dan Numerasi, serta 20 menit survei karakter. Hari kedua menyajikan 10 menit latihan, 75 menit tes Bahasa Indonesia dan Literasi, dan 20 menit survei lingkungan belajar. Untuk memperkuat keandalan, soal diberi variasi berbasis daerah, mengurangi risiko kebocoran.

“Stabilitas sistem dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci sukses pelaksanaan TKA. Partisipasi tinggi, serta mekanisme pengendalian yang teruji, memastikan proses berjalan lancar dan memenuhi standar kualitas,” tambah Toni Toharudin.

Pemantauan dan Penyempurnaan Terus Dilakukan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalankan posko pemantauan pusat (command center) dan posko pendampingan di daerah untuk memberikan bantuan teknis maupun non-teknis secara cepat. Toni menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan selama pelaksanaan TKA.

“Koordinasi lintas pihak membantu menjaga konsistensi standar tes di seluruh wilayah. TKA tahun ini diharapkan menjadi alat penting dalam memperkuat sistem pendidikan yang lebih inklusif dan bermutu,” tutup Toni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *