Important Visit: Kata-Kata SBY soal 3 Prajurit TNI Tewas di Lebanon
Kata-Kata SBY tentang Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
SBY, mantan Presiden RI ke-6, menyampaikan pernyataan terkait gugurnya tiga anggota TNI yang bertugas di misi UNIFIL di Lebanon. Ia menekankan bahwa PBB harus menunjukkan sikap tegas terhadap insiden tersebut, menyingkirkan kemungkinan penggunaan standar yang berbeda atau kesombongan dalam menangani tragedi ini.
SBY Minta DK PBB Bersidang dan Ambil Langkah Tegas
Dalam cuitannya di akun X, SBY menyoroti pentingnya Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang untuk menyelesaikan situasi yang berpotensi mengancam keselamatan pasukan kemanusiaan. Ia menyebutkan bahwa dalam kasus serupa di Atambua, NTT pada tahun 2000, PBB juga memperlakukan petugasnya dengan cara yang kurang konsisten.
“PBB tidak boleh pilih kasih dan menggunakan standar ganda,” ujar SBY.
SBY meminta DK PBB untuk segera mengambil keputusan yang jelas, termasuk memutuskan apakah harus menghentikan operasi UNIFIL atau memindahkan posisi pasukan ke daerah yang lebih aman. Menurutnya, situasi saat ini semakin berisiko karena kontingen Indonesia sudah berada di zona pertempuran, bukan lagi di ‘blue line’.
Kontingen Indonesia di Zona Perang
SBY menjelaskan bahwa pasukan pemelihara perdamaian PBB, seperti Kontingen Garuda XXIII/S, bertugas di ‘blue line’ yang memisahkan wilayah Israel dan Lebanon. Namun, realitasnya pasukan tersebut kini berada di tengah medan pertempuran yang intens. Bahkan, Israel dikabarkan telah mendekati garis tersebut hingga 7 km.
“Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi peacekeeper karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung,” ujarnya.
Kasus Gugurnya TNI di Lebanon
Empat anggota TNI yang bertugas di UNIFIL mengalami kejadian serius. Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di dekat pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr, pada 29 Maret. Sementara itu, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan meninggal setelah ledakan misterius terjadi pada 30 Maret.
Dalam pernyataannya, UNIFIL menyebutkan bahwa ketiga korban tewas akibat serangan yang berbeda, namun penyebab pasti dari ledakan kedua belum terungkap. Selain kematian, sejumlah anggota TNI juga mengalami cedera.
PBB Berperan Sebagai Peacekeeper, Bukan Peacemaking
SBY menegaskan bahwa misi PBB adalah menjaga perdamaian, bukan mengadakan perang. Ia menyebutkan bahwa pasukan peacekeeper tidak dilengkapi senjata kuat dan tidak diberi mandat untuk terlibat langsung dalam konflik.
“Bukan peacemaking. Peacekeeper tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak pula diberikan mandat untuk melaksanakan tugas-tugas pertempuran,” ujar dia.
SBY menyoroti bahwa perbedaan antara peacekeeping dan peacemaking diatur dalam Piagam PBB, khususnya Chapter 6 dan Chapter 7. Ia berharap PBB dapat mengambil langkah yang lebih tepat untuk melindungi pasukan kemanusiaannya di wilayah yang rentan konflik.