Solution For: Saling Sahut Jokowi dengan JK Usai Polemik Ijazah Disebut Berlarut
Saling Sahut Jokowi dengan JK Usai Polemik Ijazah Berlarut
Konflik terkait dugaan plagiarisme ijazah Jokowi kembali memanas setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saling memberi tanggapan. Perdebatan ini dimulai setelah JK mengajukan laporan ke Bareskrim Polri atas nama Rismon Sianipar yang diduga menyebarkan berita palsu dan merusak reputasi Jokowi.
Pernyataan JK: Tudingan Mengenai Dana yang Diberikan
Kelompok mereka datang ke Jakarta Selatan beberapa hari lalu untuk memperjelas tudingan Rismon Sianipar. JK menyebut Rismon mengatakan bahwa dirinya memberi dana kepada Roy Suryo dan rekan-rekannya dalam kasus ijazah S1 Jokowi.
“Saya melaporkan Rismon karena pernyataannya merugikan saya, khususnya menyebut saya mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk soal ijazah Pak Jokowi,” jelas JK usai laporan, Rabu (8/4).
JK menilai tudingan itu tidak sopan dan merendahkan. Ia mengingatkan posisi sebagai wakil presiden yang pernah mendampingi Jokowi selama periode pertama (2014-2019). “Tidak adil jika menyebut Pak Jokowi sebagai orang yang didanai oleh saya, padahal kita bekerja sama selama lima tahun,” lanjutnya.
Jokowi: Ijazah adalah Hak Pribadi
Menanggapi pihak yang mengklaim ijazah Jokowi palsu, Jokowi menegaskan bahwa ijazah termasuk dokumen pribadi. Menurutnya, ia memiliki hak penuh untuk menunjukkan atau tidak menunjukkan dokumen tersebut.
“Mestinya mereka yang menuduh harus membuktikan, bukan saya yang disuruh menunjukkan,” kata Jokowi, Jumat (10/4). Ia takut jika menuruti permintaan untuk menunjukkan ijazah, akan tercipta preseden buruk.
Jokowi menambahkan, jika semua orang bisa menuduh dan meminta bukti, maka akan terbalik. “Nanti, siapa pun bisa menyerang, dan yang dituduh wajib membuktikan kebenaran pernyataannya,” ujarnya. Di sisi lain, ia meminta polisi mempercepat proses penyidikan kasus Roy Suryo Cs.
Kasus ini telah berlangsung hampir setahun. Jokowi berharap kepolisian bisa segera memproses hingga masuk ke pengadilan. “Kita bisa menunjukkan mana yang benar, mana yang tidak, jika kasus ini diselesaikan secepat mungkin,” imbuh ayah dari Wapres RI Gibran Rakabuming Raka tersebut.