Latest Program: Rusia Incar Kemungkinan Kerja Sama Program Antariksa dengan Indonesia
Rusia dan Belarus Berminat Bekerja Sama dengan Indonesia dalam Proyek Antariksa
Kedutaan Besar Rusia serta Belarus menunjukkan minat untuk menjajaki kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pengembangan infrastruktur ruang angkasa dan eksplorasi luar angkasa. Kedua diplomat tersebut menyampaikan hal ini saat meletakkan bunga di Monumen Yuri Gagarin di Taman Mataram, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (4/4).
Duta Besar Rusia, Sergei Tolchenov, menyatakan bahwa negara ini memiliki pengalaman luas dalam membangun fasilitas peluncuran. “Kami sedang membangun landasan peluncuran baru di Timur Jauh Rusia, sehingga kami siap menawarkan keahlian dan pengalaman dalam proyek tersebut,” ujarnya seperti dilansir dari Antara. Menurut Tolchenov, negosiasi dengan pemerintah Indonesia sedang berlangsung, dan pihak Rusia mengharapkan dialog yang produktif.
“Kami sangat menantikan kesempatan bekerja sama dengan Indonesia di bidang eksplorasi ruang angkasa,” tambah Duta Besar Belarus, Raman Ramanouski. Belarus memiliki satelit yang mencakup wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan tertarik memperkuat kolaborasi di sektor ini.
Indonesia Berupaya Mempercepat Pengembangan Bandar Antariksa di Biak
Sebagai bagian dari upaya kemandirian akses ke luar angkasa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mempercepat pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak, Papua. Lokasi ini dipilih karena keunggulan geografisnya, terletak dekat garis khatulistiwa, yang memungkinkan efisiensi energi dan biaya peluncuran roket ke orbit rendah bumi (LEO).
Kajian tentang pembangunan fasilitas tersebut telah berlangsung sejak 1990 dan kini diperbarui sesuai perkembangan teknologi serta kebutuhan nasional. Kebijakan ini didukung oleh tiga dokumen hukum: Undang-Undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan 2016-2040, dan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2023 yang menekankan perlindungan teknologi.
Peringatan Hari Kosmonautika dan Makna Patung Yuri Gagarin
Acara peletakan bunga di Monumen Yuri Gagarin merupakan bagian dari perayaan Hari Kosmonautika, yang jatuh pada 12 April setiap tahun. Acara ini mengenang penerbangan pertama manusia ke luar angkasa oleh Yuri Gagarin, sekaligus menghormati prestasi sejarah dalam eksplorasi ruang angkasa.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Duta Besar dari beberapa negara, seperti Armenia, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Patung Yuri Gagarin, yang diberi oleh Kemenlu RI, Kedubes Rusia, dan Pemprov DKI, merupakan hadiah ke-70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Rusia serta simbol persahabatan antara Jakarta dan Moskow.