Main Agenda: Kenapa Misi Artemis II Tak Bawa Astronaut Mendarat di Bulan?
Kenapa Misi Artemis II Tak Bawa Astronaut Mendarat di Bulan?
Misi Artemis II meluncur dari Cape Canaveral, melintasi Bulan dalam durasi 10 hari sebelum kembali ke Bumi. Meski ini adalah misi berawak pertama ke satelit alami Bumi sejak 1972, para astronot tidak akan mendarat. Empat astronot yang terlibat dalam misi ini berasal dari AS dan Kanada, termasuk Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen.
Pencapaian Sejarah
Misi ini mengirimkan astronot pertama yang memiliki latar belakang kulit berwarna, perempuan pertama, serta warga negara non-Amerika. Awak akan menguji kemampuan mereka mengendalikan kapsul Orion di orbit Bumi sebelum melakukan pembakaran mesin untuk mencapai Bulan.
“Misi ini akan membuka jalan bagi pendaratan di permukaan Bulan, membangun kemampuan sains dan eksplorasi jangka panjang, serta menginspirasi generasi baru penjelajah,” tulis NASA dalam deskripsi.
Sistem Pengujian Bertahap
Artemis II disebut sebagai uji coba ke Bulan dengan awak. Pesawat Orion, yang digunakan, belum memiliki kemampuan pendaratan. NASA memilih pendekatan bertahap untuk memastikan sistem beroperasi sempurna sebelum mengarahkan misi ke permukaan Bulan.
Peluncuran Artemis I sebelumnya berhasil membawa Orion tanpa awak ke orbit Bulan dan kembali pada akhir 2022. Ini adalah uji coba pertama roket Space Launch System (SLS), yang sebelumnya digunakan untuk misi tanpa awak mengorbit Bumi pada Desember 2014.
Rencana Misi Berikutnya
Pendaratan pertama dalam rangkaian Artemis diperkirakan terjadi di Artemis IV, pada 2028. Tujuan utama program Artemis adalah membangun kehadiran berkelanjutan di Bulan dan menegaskan norma AS di ruang cislunar melalui Artemis Accords.
Awalnya, NASA merencanakan pendaratan berawak di Bulan untuk Artemis 3 pada 2027. Namun, akhir Februari tahun ini program diubah, mengarahkan Artemis 3 untuk melatih operasi dock dan pertemuan antara Orion dengan pendarat swasta seperti Starship SpaceX dan Blue Moon Blue Origin.