Solution For: Di Mana Saja 14 Titik Megathrust di RI? Ini Sebarannya Menurut Pakar

Di Mana Saja 14 Titik Megathrust di RI? Ini Sebarannya Menurut Pakar

Wilayah Indonesia terdapat 14 segmen zona megathrust yang menyebar di berbagai daerah, mulai dari bagian barat Sumatra hingga kawasan timur dekat Filipina. Segmen-segment ini dianggap sebagai pusat utama getaran bumi besar dan berpotensi menyebabkan gelombang tsunami, seperti yang terjadi pada gempa Bitung dengan skala M7,6 pada Kamis (2/4).

Pembaruan Data Megathrust Tahun 2024

Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, jumlah segmen megathrust tercatat naik menjadi 14. Angka ini lebih tinggi dari 13 segmen pada 2017 dan 11 segmen pada 2010. “Segmentasi sumber gempa megathrust dalam peta terbaru tetap stabil dengan total 14 segmen, meski ada penyesuaian berdasarkan studi terkini,” kata para ahli.

Segmen megathrust terus diperbarui selama periode 2017 hingga 2024, termasuk peninjauan ulang terhadap kemampuan maksimum getarannya. “Tujuh segmen mengalami perubahan data, terutama estimasi kekuatan gempa,” tambah mereka.

Dari 14 segmen, 11 berada di dalam batas Indonesia, sementara tiga lainnya berlokasi di Filipina namun masih memberi pengaruh signifikan terhadap wilayah Indonesia, terutama bagian utara. Salah satu penambahan baru adalah Palung Cotobato, yang meski berada di luar wilayah Indonesia, tetap dimasukkan dalam pemetaan risiko karena lokasinya dekat Kepulauan Talaud.

Pembaruan ini menjadikan zona Palung Cotobato sebagai segmen dengan potensi gempa hingga M8,3. Di sisi lain, lima segmen sebelumnya dihapus dari daftar aktif setelah penelitian terbaru menunjukkan risiko lebih rendah dari prediksi awal. Meski demikian, para peneliti menekankan perlunya pemantauan terus-menerus di daerah-daerah tersebut.

Prioritas Wilayah di Peta Terbaru

Sumatra dan Jawa tetap menjadi fokus utama dalam peta kebencanaan terbaru, mengingat tingginya populasi dan infrastruktur di kedua wilayah. Berikut daftar lengkap segmen megathrust beserta estimasi magnitudo maksimalnya:

  • Aceh-Andaman: hingga M9,2
  • Nias-Simeulue: hingga M8,7
  • Batu: hingga M7,8
  • Mentawai-Siberut: hingga M8,9
  • Mentawai-Pagai: hingga M8,9
  • Enggano: hingga M8,9
  • Jawa: hingga M9,1
  • Jawa Barat: hingga M8,9
  • Jawa Timur: hingga M8,9
  • Sumba: hingga M8,9
  • Sulawesi Utara: hingga M8,5
  • Palung Cotobato: hingga M8,3
  • Philippina Selatan: hingga M8,2
  • Philippina Tengah: hingga M8,1

Berdasarkan evaluasi terkini, beberapa segmen mengalami peningkatan estimasi kekuatan gempa. Contohnya, Mentawai-Pagai naik dari M8,5 menjadi M8,9, serta Sulawesi Utara dari M7,9 ke M8,5. “Peningkatan ini menunjukkan pentingnya pengamatan lebih lanjut terhadap karakteristik seismik lokal,” jelas para peneliti.

Saat ini, zona Aceh-Andaman tetap menjadi segmen paling berpotensi dengan magnitudo hingga 9,2, diikuti oleh Jawa dengan skala M9,1. Perubahan data ini menjadi dasar penting untuk upaya mengurangi dampak bencana, sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia berada di jalur seismik aktif yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *