Main Agenda: Cinta Laura Pilih Dokter Terbaik untuk Kucing Kampung Peliharaannya
Cinta Laura Pilih Dokter Terbaik untuk Kucing Kampung Peliharaannya
Cinta Laura, selebriti Indonesia-Jerman, membagikan pengalaman unik dalam merawat kucing peliharaannya. Ia menjelaskan bahwa perawatan kucing kampung berbeda dari cara merawat kucing ras. Berdasarkan penjelasannya, kucing-kucing yang dipelihara memiliki karakteristik berbeda, sehingga ia lebih menyukai mereka karena dinilai lebih lucu dan unik.
Perawatan Berkala dengan Keahlian Khusus
Dalam wawancara di Cirendeu, Tangerang Selatan, Sabtu (4/4), Cinta mengatakan bahwa ia tidak menyukai kucing ras dengan bulu kemoceng. Untuk menjaga kesehatan kucing, ia merawat mereka setiap tiga bulan dengan mandi dan gosok gigi. “Kalau secara perawatan, ya setiap tiga bulan ada yang datang ke rumah untuk mandiin dan gosok gigi mereka,” ujarnya.
Kucing-kucingku itu kucing kampung, guys. Aku bukan tipe yang mencari kucing ras tertentu. Jadi kalau secara perawatan, ya setiap tiga bulan ada yang datang ke rumah untuk mandiin dan gosok gigi mereka.
Cinta juga menekankan pentingnya mengajak kucing ke dokter hewan terbaik. Ia mengungkapkan kejutan saat menemukan fasilitas perawatan kucing di Jakarta yang setara dengan rumah sakit manusia. “Aku selalu bawa mereka ke dokter hewan yang terbaik. Jadi kalau dokter hewan, aku enggak main-main. Pernah ada staf rumah sakit yang bilang, ‘Non, ini rumah sakit kucingnya lebih bagus daripada rumah sakit manusia’. Akupun kaget ya karena aku enggak nyangka ada rumah sakit hewan yang sebagus itu di Jakarta,” tambahnya.
Menjaga Keseimbangan Perawatan
Biaya merawat kucing tidak teratur, tetapi Cinta memilih makanan berkualitas “human grade” yang layak dikonsumsi manusia. Ia juga membatasi frekuensi mandi kucing karena takut mereka terlalu sering dimandikan. “Kucing tidak boleh terlalu sering dimandikan. Jadi aku membatasi mandi mereka hanya setiap tiga bulan,” jelasnya.
Meski dirawat dengan baik, Cinta ingin kucingnya tetap memiliki sikap tangguh. Ia mengungkapkan bahwa kucing kampung perlu belajar menghadapi tantangan dunia. “Jadi ya mereka harus tahu tough-nya dunia juga lah, jangan terlalu manja. Walaupun mereka manja sekali karena sudah terbiasa hidup di rumah empat kamar,” tuturnya.
Koneksi Batin dan Loyalitas
Cinta menuturkan bahwa ia merasa ada koneksi batin saat memilih kucing peliharaannya. “Aku merasa biasanya kucing-kucing yang aku pilih memang ada koneksi batin gitu. Aku melihat mereka tiba-tiba kayak ‘Wah, aku harus mengangkat mereka menjadi anak’. Jadi gak asal, harus ada connection-nya,” katanya.
Ia juga membandingkan sifat kucing dengan anjing yang lebih mudah setia. Untuk membentuk loyalitas, Cinta memberikan perhatian penuh selama enam bulan pertama. “Pokoknya aku ingin mereka belajar bahwa hanya aku yang memberikan mereka kenyamanan,” ucapnya.
Kini, Cinta memelihara dua kucing, yaitu Pipo dan Spiky, yang dianggap seperti anak kandungnya sendiri. Perawatan dan kehangatan yang diberikan membuat kucing-kucing tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupannya.