Solution For: Keluarga Blak-blakan Sutradara Kim Chang-min Tewas Akibat Penganiayaan
Keluarga Blak-blakan Sutradara Kim Chang-min Tewas Akibat Penganiayaan
Keluarga almarhum sutradara film indie Korea, Kim Chang-min, kembali memberikan pernyataan terbaru. Mereka mengklaim bahwa Kim meninggal dunia akibat pemukulan pada Oktober 2025, berbeda dari laporan sebelumnya yang menyebutkan kematian terjadi karena pendarahan otak di rumah sakit pada 7 November setelah pingsan di restoran pada 20 Oktober.
Kronologi Insiden
Kasus berawal di restoran 24 jam di Guri pada dini hari 20 Oktober 2025. Kim datang untuk memenuhi keinginan putranya yang mengalami autisme, yaitu menikmati makanan pork cutlet. Saat itu, terjadi perselisihan fisik dengan pelanggan lain di meja berdekatan karena masalah kebisingan.
“Selama makan, terjadi pertengkaran dan perkelahian fisik dengan pelanggan yang duduk di meja lain karena masalah seperti kebisingan, dan Kim dipukul dengan tinju hingga jatuh ke lantai,” ujar keluarga.
Kemudian, Kim dibawa ke rumah sakit satu jam kemudian, tetapi akhirnya dinyatakan meninggal akibat cedera parah.
Proses Hukum yang Membingungkan
Keluarga menyatakan kekecewaan terhadap proses hukum yang dianggap lambat dan tidak memadai. Meski polisi telah mengidentifikasi tersangka utama, jaksa menolak permohonan penangkapan, memperpanjang penyelidikan hingga berbulan-bulan. Setelah tekanan dari keluarga, polisi kembali mengajukan surat perintah penangkapan untuk dua orang, tetapi Pengadilan Distrik Uijeongbu menolaknya.
Argumen pengadilan menyebutkan bahwa tersangka memiliki alamat tetap dan risiko hilangnya barang bukti rendah. Keputusan ini membuat keluarga marah karena lima bulan setelah insiden, pelaku tetap bebas berkeliaran.
Karier dan Karya Sutradara
Kim Chang-min memulai debutnya pada 2016 melalui film Someone’s Daughter. Ia dikenal konsisten mengangkat isu sosial dalam karyanya, termasuk film Guui Station Exit No. 3. Sutradara ini juga pernah memenangkan penghargaan Sutradara Terbaik di Festival Film Hak Asasi Manusia Kepolisian 2016.
Keluarga menyampaikan bahwa keadilan bagi Kim, yang selama hidupnya mendukung hak asasi manusia melalui karya, belum tercapai meski tubuhnya telah didonorkan kepada empat orang yang membutuhkan.