8 Kartu Merah – Mengapa Pemain Persija Mudah Tersulut Emosi?
Delapan Kartu Merah, Penyebab Pemain Persija Terprovokasi dalam Pertandingan?
Tim Persija Jakarta kini mengantarkan delapan kartu merah setelah berlaga dalam 26 laga Super League musim ini. Angka ini menempatkan klub berjuluk Macan Kemayoran di posisi kedua dengan jumlah kartu merah terbanyak. Posisi pertama ditempati Arema FC yang mencatatkan sembilan kartu merah.
Faktor Pemicu Emosi Pemain
Mauricio Souza, pelatih Persija, mengungkapkan bahwa timnya sering kali kesulitan ketika bermain dengan jumlah pemain yang berkurang. Hal ini berdampak negatif pada peluang merebut gelar juara. “Kami sudah beberapa kali tampil tanpa satu pemain, pasti kehilangan keuntungan dalam laga. Maka kami ingin masuk dan keluar dengan 11 pemain,” jelas Souza setelah pertandingan melawan Bhayangkara FC di Lampung, Sabtu (5/4).
“Jadi saya yakin, kalau punya 11 pemain hasil pertandingan bisa berbeda,” tutur pelatih asal Brasil tersebut.
Souza menyebutkan bahwa beberapa pemain Persija rentan terpicu emosi akibat provokasi lawan. Dua contoh yang disebutkan adalah Jordi Amat dan Allano, yang tergolong mudah tersulut saat pertandingan memanas. Proses emosional ini bisa dimanfaatkan tim lawan untuk menggiring permainan.
Daftar Kartu Merah Persija Musim Ini
Beberapa momen krusial yang menyebabkan pemain Persija mendapatkan kartu merah selama musim ini antara lain:
- 16/8/2025: Allano (Persis 0-3 Persija)
- 23/8/2025: Rio Fahmi (Persija 1-1 Malut)
- 8/11/2025: Jordi Amat (Arema 1-2 Persija)
- 22/12/2025: Figo Dennis (SPFC 1-0 Persija)
- 22/12/2025: Fabio (SPFC 1-0 Persija)
- 11/1/2026: Bruno (Persib 1-0 Persija)
- 24/2/2026: Aditya (Malut 2-3 Persija)
- 5/4/2026: Jordi (Bhayangkara 3-2 Persija)
Situasi ini memicu pertanyaan: Apakah Persija akan mengalami dampak serupa saat melawan Persebaya atau dalam sisa laga musim ini? Souza menyarankan perlunya intervensi untuk membantu pemain mengelola emosi dalam kondisi kompetitif.