Pelatih Jay Idzes Punya Pertanyaan Penting setelah Italia Morat-marit

Pelatih Jay Idzes Bertanya Soal Kegagalan Timnas Italia

Setelah Kekalahan di Piala Dunia 2026

Setelah tim nasional Italia keluar dari babak grup Piala Dunia 2026, pelatih Jay Idzes di Sassuolo, Fabio Grosso, memberikan pernyataan terbuka. Grosso dikenang sebagai bagian dari keberhasilan Italia meraih gelar juara dunia 20 tahun lalu, terutama karena sepakan penaltinya yang mengantarkan negara itu mengalahkan Prancis di Berlin, Jerman. Meski begitu, kejatuhan Italia setelah kemuliaan tersebut jadi perhatian Grosso.

Italia hanya mampu bertahan di babak grup Piala Dunia 2010 dan 2014, lalu gagal memasuki babak penyisihan 2018, 2022, serta 2026. Grosso merasa terganggu dengan situasi ini. “Saya merasakan emosi yang sama seperti rekan-rekan sesama pemain Italia, kami ingin berada di Piala Dunia, yang sejak lama tak kami capai,” ungkapnya kepada TMW.

“Pertanyaan yang saya ajukan pada diri sendiri adalah, bagaimana jika Pio Esposito atau Kean berhasil mencetak gol dan membuat Italia unggul atas Bosnia? Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi di baliknya terkandung banyak hal yang perlu dijelaskan.”

Sebagai pelatih, Grosso mengakui tugasnya berbeda, tetapi ia menekankan pentingnya menganalisis setiap momen. “Kita harus bisa mencari penyebab kegagalan, jika tidak maka hanya akan memburu kambing hitam. Di sisi lain, kita butuh strategi dan visi yang jelas untuk bangkit,” lanjutnya.

Meski kecewa atas kegagalan Italia, Grosso mengakui kebanggaannya pada capaian anak didiknya yang membantu Bosnia Herzegovina lolos ke Piala Dunia. Tarik Muharemovic, rekan setim Jay Idzes di lini belakang Sassuolo, jadi salah satu penentu kemenangan timnas Bosnia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *