Facing Challenges: Kampanye Anti-Scam Singgung Zakat, Indosat Minta Maaf
Kampanye Anti-Scam Singgung Zakat, Indosat Minta Maaf
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meminta maaf secara resmi atas iklan merek IM3 yang menyebut zakat dalam konteks kampanye anti penipuan. Iklan tersebut sempat memicu kekhawatiran publik. SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, menjelaskan bahwa kampanye itu bertujuan melindungi pelanggan dari ancaman penipuan digital. “Kami ingin menyampaikan bahwa tidak ada maksud untuk merendahkan nilai-nilai agama atau organisasi zakat tertentu,” katanya dalam siaran pers, seperti dikutip Antara, Sabtu (4/4).
Kampanye IM3 yang menampilkan pesan “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer” di media luar ruang terkait dengan lonjakan kasus penipuan digital selama Ramadan 2025. Menurut data operator seluler tersebut, jumlah penipuan digital meningkat hingga 34,7 persen dibanding periode sebelumnya. Sekitar 89 persen dari kasus ini terjadi melalui WhatsApp, sementara 64 persen melalui panggilan telepon. Setelah evaluasi menyeluruh, Indosat memutuskan untuk menarik iklan tersebut dari semua saluran.
“Narasi yang digunakan dalam kampanye ini berpotensi menyebabkan keraguan di tengah masyarakat terhadap layanan zakat yang dijalankan oleh amil resmi, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011,” ujar Ketua Umum POROZ, Bukhori Muslim.
Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) menilai iklan Indosat cenderung provokatif dan bisa mengurangi kepercayaan publik terhadap gerakan zakat nasional. Kampanye itu dinilai mengganggu upaya lembaga zakat dalam meningkatkan edukasi dan penjemputan zakat secara efektif. Meski demikian, Indosat menunjukkan kesediaan bekerja sama dengan organisasi zakat resmi untuk memperkuat perlindungan masyarakat dan menjaga integritas penyaluran zakat.