Historic Moment: Arab Cs Makin Waswas Iran Masih Getol Kirim Drone-Rudal

Arab Cs Makin Waswas Iran Masih Getol Kirim Drone-Rudal

Ketakuan masyarakat di wilayah Teluk Arab semakin meningkat seiring ancaman yang terus mengarah pada target selain objek militer. Menurut jurnalis Al Jazeera, Malik Traina, yang meliput dari Kuwait, kekhawatiran terhadap serangan Iran semakin menggelora karena negara itu aktif menyerang lokasi strategis di luar area militer AS. Sirene peringatan terus berbunyi nyaring di berbagai negara Arab sejak perang antara AS-Israel melawan Iran meletus pada 28 Februari. Gelombang kepanikan ini terasa lebih kuat dalam beberapa hari terakhir.

“Sirene peringatan terus berbunyi nyaring di berbagai negara Arab sejak perang AS-Israel vs Iran meletus pada 28 Februari. Dengung-dengung itu semakin intens beberapa hari belakangan.”

Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi terus berjuang menghadapi rudal serta drone yang mengancam keamanan udara mereka. Pada Kamis (2/4), Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengungkapkan telah menangkap empat drone dalam waktu singkat. Sebelumnya, pihak berwenang juga berhasil menghentikan rudal balistik yang mengarah ke provinsi timur. Pada masa yang sama, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengaktifkan alarm dan meminta warga berlindung ke tempat perlindungan setelah mendeteksi serangan.

Di Kuwait, situasi semakin kritis setelah Bandara Internasional negara tersebut menjadi sasaran serangan kelapan kalinya dalam lima pekan terakhir. Api yang menyala akibat serangan akhirnya dipadamkan pada larut malam. Menurut Traina, masyarakat sibuk memantau kemungkinan pihak lain bergabung dalam konflik. Fokus utama adalah ancaman dari faksi Iran di Irak yang berbatasan langsung dengan Kuwait.

Ketegangan terus memanas setelah Bank Nasional Kuwait menutup kantor pusatnya pada Rabu. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman terhadap institusi keuangan yang terkait dengan AS. Pada 11 Maret, militer Iran mengancam menyerang bank-bank AS dan Israel di seluruh Timur Tengah setelah Bank Sepah milik Iran dibom oleh kedua negara. Kini, IRGC juga merilis daftar kantor dan infrastruktur yang menjadi sasaran baru, termasuk perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft, Planter, IBM, Nvidia, Oracle, HP, Intel, Apple, dan Meta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *