Historic Moment: Negara Eropa hingga Arab Tekan Israel Segera Setop Serang Lebanon
Negara Eropa hingga Arab Tekan Israel Segera Setop Serang Lebanon
Beberapa negara di Eropa dan Arab meminta Israel segera berhenti menyerang Lebanon, terutama wilayah Beirut, karena khawatir konflik semakin memburuk. Seorang diplomat Barat menyatakan tekanan ini berasal dari Eropa, wilayah Teluk, serta Mesir untuk mencegah serangan udara Israel ke Beirut setelah peristiwa “Rabu Hitam”.
Peristiwa “Rabu Hitam” dan Korban
Dilaporkan AFP, lebih dari 300 orang tewas dalam serangan Israel pada Rabu (8/4) yang menghantam Beirut dan beberapa daerah lain di Lebanon. Namun, militer Israel mengeluarkan peringatan akan serangan lanjutan ke wilayah padat penduduk di Beirut selatan pada Kamis (9/4). Hingga Jumat siang, serangan tersebut belum dilakukan.
“Kami telah menerima jaminan dari diplomat asing bahwa bandara tidak akan menjadi sasaran serangan,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Lebanon, Fayez Rasamni.
Di sisi lain, Direktur Rumah Sakit Umum Lebanon, Mohammad Zaatari, mengatakan fasilitas kesehatan mendapat jaminan termasuk dari International Committee of the Red Cross bahwa mereka tidak akan ditargetkan. World Health Organization juga meminta Israel membatalkan peringatan evakuasi di distrik Jnah, Beirut.
Serangan Berlanjut dan Penyerangan Balik
Serangan Israel terus berlangsung di Lebanon selatan hingga Jumat, menghancurkan sejumlah desa. Fotografer AFP melihat petugas memadamkan api di bangunan yang rusak akibat serangan di Habbouch, dekat Nabatiyeh. Sementara itu, kelompok Hizbullah mengklaim telah meluncurkan roket ke wilayah utara Israel dan menyerang pasukan Israel di area perbatasan.
Israel dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata sebelumnya, tetapi kesepakatan itu tidak mencakup Lebanon. Meski demikian, serangan terhadap Lebanon tetap berlangsung, dengan daerah seperti Rafic Hariri dan Al-Zahraa menjadi sasaran, termasuk 40 pasien dalam kondisi kritis.