Iran Tantang Trump soal Hormuz: Tak Akan Dibuka di Bawah Sandiwara AS
Iran Tantang Trump soal Hormuz: Tak Akan Dibuka di Bawah Sandiwara AS
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya berada di bawah kendali Teheran, menggugat klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (1/4), IRGC menyatakan jalur perdagangan kritis tersebut tetap dalam kontrol milik pasukan Iran, menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim.
Tindakan Penutupan dan Serangan
Sejak konflik dimulai 28 Februari, IRGC secara efektif menutup Selat Hormuz, menyebabkan ratusan kapal dagang terdampar. Ribuan perahu tak bisa melewati area tersebut karena kekhawatiran terkena serangan. Iran telah melakukan puluhan serangan terhadap kapal-kapal yang dianggap berkaitan dengan AS-Israel atau melanggar aturan. Aksi ini membuat harga minyak dunia naik ke tingkat tertinggi sejak 2022.
Dugaan Penipuan oleh AS dan Israel
Dalam pernyataan yang sama, IRGC menyebut AS dan Israel membohongi publik. Mereka mengklaim intensitas serangan Iran telah berkurang, padahal operasi militer Iran tetap berjalan intens. Angkatan bersenjata Iran tetap berdiri teguh menghadapi agresi, terutama dalam gelombang serangan ke-89 Operasi True Promise 4.
Operasi Militer dan Kemenangan Strategis
IRGC menggunakan rudal balistik, drone Qadeer, serta sistem jelajah lainnya untuk menyerang target militer AS dan Israel. Mereka juga mengaku telah menghancurkan dua sistem pertahanan udara peringatan dini yang ditempatkan di perairan dan pulau-pulau Uni Emirat Arab (UEA). Satelit menunjukkan bahwa serangan mereka terhadap markas rahasia AS di UEA menyebabkan 37 korban tewas dan ratusan luka.
Target Fasilitas Strategis
IRGC mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tanker Aqua 1, yang disewa QatarEnergy. Kapal itu disebut milik “rezim Zionis yang tidak sah.” Serangan juga mengarah ke markas pasukan AS di Bahrain, dengan rudal dan drone menghantam area luar perimeter Armada Kelima AS. Laporan menyatakan perwira angkatan laut senior dilarikan ke rumah sakit setelah serangan tersebut.
Kondisi Perang dan Dampak Humaniter
Perang AS-Israel melawan Iran memasuki pekan kelima sejak 28 Februari. Konflik ini telah mengakibatkan ribuan korban di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Awalnya, Iran menargetkan fasilitas militer AS-Israel di seluruh Timur Tengah, tetapi setelah infrastruktur energi AS diserang, Teheran membalas dengan menyerang fasilitas energi Israel dan negara-negara yang dianggap mendukung AS.
“Angkatan bersenjata Iran masih berdiri tegap melawan agresi dan sudah meluncurkan gelombang ke-89 Operasi True Promise 4,” demikian laporan dari Tasnim.