Key Discussion: Anggota Hizbullah Tolak Negosiasi Lebanon-Israel
Anggota Hizbullah Tolak Negosiasi Lebanon-Israel
Penolakan Tegas Hassan Fadlallah
Anggota parlemen Hizbullah Hassan Fadlallah menolak keras rencana perundingan antara Lebanon dan Israel. Menurut laporan The Times of Israel, Sabtu (11/4), pernyataan tersebut diberikan Hassan sehari setelah Presiden Lebanon mengumumkan pembicaraan akan berlangsung pekan depan di Washington. Ia menilai perundingan ini akan melanggar konstitusi Lebanon.
“Ini merupakan pelanggaran nyata terhadap paktan nasional, konstitusi, serta hukum Lebanon. Selain itu, langkah ini akan memperburuk perpecahan internal saat negara ini membutuhkan persatuan untuk menghadapi ancaman dari Israel,” kata Fadlallah dalam pernyataannya.
Posisi Pemerintah Israel
Pemerintah Israel menegaskan tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah dalam perundingan resmi dengan Lebanon. Pertemuan yang dijadwalkan pekan depan di Washington akan menjadi bagian dari upaya memulai kembali dialog antara kedua negara yang belum memiliki hubungan diplomatik.
“Israel menolak membahas gencatan senjata dengan organisasi teroris Hezbollah, yang terus menyerang wilayah kami dan menjadi penghalang utama bagi perdamaian,” ujar Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, dalam pernyataannya.
Permintaan Sebelum Perundingan
Pemerintah Lebanon dan pemerintahan Donald Trump dilaporkan meminta Israel untuk sementara menghentikan serangan terhadap Hizbullah sebelum perundingan dimulai. Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi komunikasi langsung antara kedua belah pihak. Namun, hingga saat ini, Gedung Putih belum merespons secara resmi terkait permintaan tersebut.