Key Discussion: Iran Bantah Klaim Trump soal Melunak dan Tawaran Nego Setop Perang

Iran Bantah Klaim Trump soal Melunak dan Tawaran Nego Setop Perang

Iran Tolak Tuduhan Trump tentang Sikap Lunak dan Permintaan Gencatan Senjata

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran mulai menunjukkan sikap lebih lembut, sehingga siap untuk meja perundingan guna mengakhiri perang yang memasuki bulan kedua. Namun, Iran membantah tegas pernyataan tersebut. Dalam pernyataan melalui stasiun televisi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan, “Pernyataan Trump tentang tawaran gencatan senjata dari Iran adalah salah dan tidak didasarkan.”

AS dan Israel Serang Iran Sejak 28 Februari

Serangan gabungan antara AS dan Israel terhadap Iran telah berlangsung sejak 28 Februari. Pernyataan Trump muncul setelah situasi perang memasuki minggu kedua, dengan AS memperkirakan durasi operasi akan mencapai empat hingga enam minggu. Trump menyebutkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian adalah faktor yang membuat Teheran melunak, serta memberikan isyarat untuk berunding.

Trump Berharap Selat Hormuz Terbuka, atau Iran akan Hancur

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan, “Presiden rezim baru Iran, yang lebih moderat dan bijak dibanding para pendahulunya, telah meminta gencatan senjata!” Dia menambahkan bahwa AS akan mengevaluasi tawaran itu jika Selat Hormuz kembali lancar. “Jika jalur minyak global tetap tertutup, kami akan terus menyerang Iran hingga luluh lantak atau kembali ke Zaman Batu,” ujarnya.

Strategi AS untuk Berhenti Perang Tergantung pada Hormuz

Sebelumnya, Trump mengungkapkan kemungkinan berhenti perang jika Selat Hormuz tidak tertutup. Namun, dia memutuskan menunda pembicaraan soal gencatan senjata hingga misi membuka jalur tersebut selesai. Sumber dari pemerintahan AS melaporkan bahwa Trump meminta penasihatnya mempertimbangkan penyesuaian waktu operasi. Mereka menyatakan bahwa durasi serangan melebihi perkiraan awal AS sekitar empat hingga enam minggu.

“Presiden rezim baru Iran, yang jauh kurang radikal dan jauh lebih cerdas daripada para pendahulunya, baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat!”

Sejak 28 Februari, serangan terhadap Iran terus berlangsung. Trump mengisyaratkan bahwa operasi akan berakhir dalam dua hingga tiga minggu, tetapi kini jadwal itu diperpanjang. Pernyataan terbaru menunjukkan bahwa AS masih belum memutuskan untuk mengakhiri perang meski Iran menunjukkan sikap lebih terbuka.

Iran menganggap Trump tidak memperhatikan situasi dengan benar, dengan menekankan bahwa penurunan konsistensi dalam tindakan mereka tidak sesuai dengan fakta. Meski mengakui ada perubahan, Iran tetap menolak klaim bahwa negara itu siap berdamai tanpa syarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *