Key Strategy: Setelah Gagal Sepakat, Iran Tak Berencana Lanjut Negosiasi dengan AS

Iran Tidak Berencana Lanjutkan Perundingan dengan AS Usai Kegagalan Pertama

Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) berakhir tanpa kesepakatan. Informasi terbaru menyebutkan bahwa pemerintah Iran tidak memiliki rencana untuk melanjutkan negosiasi dengan AS setelah putaran pertama ini stagnan. Seorang sumber dekat tim perunding Iran mengungkapkan kepada kantor berita Fars bahwa Teheran bersikeras menunggu AS memenuhi semua tuntutan mereka sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“(Iran saat ini) tidak memiliki rencana untuk putaran negosiasi selanjutnya,” kata sumber tersebut kepada Fars, Minggu (12/4). “Iran tidak terburu-buru, dan sampai AS menyetujui kesepakatan yang wajar, tidak akan ada perubahan status Selat Hormuz,” lanjutnya, seperti dikutip CNN.

Sebelum gencatan senjata diterapkan pada Rabu (8/4), Presiden AS Donald Trump pernah mengancam akan menghapus “seluruh peradaban Iran” jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan. Namun, pada Sabtu (11/4), Trump mengatakan dirinya tidak peduli dengan hasil negosiasi, karena menurutnya AS telah menang. “Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi saya,” tegas Trump.

Wakil Presiden AS Jake Sullivan mengungkapkan bahwa hasil perundingan ini merupakan “kabar buruk” bagi Iran. Ia menekankan bahwa Iran belum menunjukkan komitmen jangka panjang untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir. “Pertanyaannya adalah, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun ke depan, tetapi untuk jangka panjang? Kita belum melihat itu,” ujar Sullivan.

Setelah perundingan terhenti, tim delegasi AS kembali ke Washington. Nasib gencatan senjata antara kedua pihak kini terbuka. Sementara itu, Wakil Presiden Iran Ataollah Mohajerani mengkritik upaya AS, menyebutkan bahwa negosiasi ini justru menjadi “kabar yang lebih buruk bagi Amerika Serikat.” “AS mengusulkan perundingan, menyiapkan mediator, dan menyetujui sepuluh syarat Iran untuk pembicaraan, tetapi berupaya mencapai apa yang gagal mereka peroleh di medan perang melalui meja perundingan,” kata Mohajerani.

Iran telah menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali negara itu. Kapal yang ingin melintas harus membayar biaya transit, menurut pemerintah Iran. Tanpa komitmen dari Teheran untuk membuka jalur strategis ini, pasokan energi global akan terus mengalami gangguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *