Latest Program: Iran Tolak Mentah-mentah Pembatasan Uranium: Tidak Akan Terwujud!
Iran Tolak Mentah-mentah Pembatasan Uranium: Tidak Akan Terwujud!
Dalam wawancara dengan AFP, Mohammad Elsami, kepala Badan Energi Nuklir Iran, menyatakan bahwa upaya pihak-pihak Barat untuk membatasi program pengayaan uranium Iran hanyalah hasrat yang tidak akan tercapai. Menurutnya, klaim musuh-musuh Iran bahwa negara itu akan terikat pada pembatasan uranium hanyalah “keinginan yang akan lenyap dalam waktu dekat”.
Pernyataan tersebut dikeluarkan menjelang pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mencari solusi perdamaian, yang berlangsung di Pakistan pada 10 April. Elsami menegaskan bahwa tindakan-tindakan negara-negara Barat, termasuk serangan brutal terhadap program nuklir Iran, tidak memberikan hasil signifikan. Ia menambahkan bahwa kini mereka mencoba mencapai kesepakatan melalui negosiasi.
Perdebatan tentang pengayaan uranium Iran telah menjadi sumber ketegangan antara negara-negara Barat dan Iran selama lebih dari dua dekade. Amerika Serikat dan sekutunya menyebut Teheran sedang membangun senjata atom, sementara Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya bertujuan untuk kebutuhan sipil.
“Semua konspirasi dan tindakan musuh-musuh kita, termasuk perang brutal ini, tidak menghasilkan apa pun,” kata Elsami.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji bahwa tidak akan ada aktivitas pengayaan uranium oleh Iran setelah perang. Ia juga menuduh Iran mempercepat pembangunan senjata nuklir. Pada Juni 2025, Israel dan AS melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, menyatakan telah menghancurkan kemampuan Teheran memperkaya uranium.
Meski demikian, negara-negara Barat masih skeptis dan menduga Iran menyimpan ratusan kilogram uranium di bawah bangkai lokasi yang dibom. Sebelum perang tahun lalu, Iran telah memperkaya uranium hingga 60 persen, melebihi ambang 3,67 persen yang ditentukan dalam perjanjian nuklir 2015, yang kini sudah tidak berlaku lagi.