Latest Program: Iran Ultimatum Israel jika Masih Terus Serang Lebanon
Iran Ultimatum Israel jika Masih Terus Serang Lebanon
Iran memberikan peringatan kepada Israel bahwa mereka akan mencabut gencatan senjata jika negara itu terus menyerang Lebanon. Sumber dari Iran menyampaikan ancaman ini melalui Tasnim News, sebuah lembaga berita semi-resmi. Menurut sumber tersebut, Teheran siap keluar dari kesepakatan dengan Amerika Serikat jika Israel gagal menghentikan serangan terhadap sekutu Lebanon.
Gencatan senjata yang disetujui antara AS dan Iran berlaku selama dua minggu, dimulai dari Rabu (8/4) lalu. Kesepakatan ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (7/4). Selama masa gencatan senjata, Israel seharusnya berhenti menyerang Poros Perlawanan, yang merupakan proksi Teheran di wilayah tersebut. Namun, keadaan itu tidak berjalan sesuai harapan.
“Iran akan membatalkan perjanjian jika rezim Israel terus melanggar gencatan senjata dengan menyerang Lebanon,” ujar sumber itu, seperti dilaporkan Middle East Monitor (MEMO).
Sejak pengumuman gencatan senjata, serangan Israel terhadap Lebanon masih terus berlangsung. Dalam operasi yang terjadi pada Rabu (9/4), setidaknya 254 warga tewas dan 1.165 lainnya terluka. Militer Israel menyebut serangan tersebut sebagai operasi terkoordinasi terbesar sejak konflik di Lebanon dimulai pada 2 Maret lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Meski demikian, Iran menilai aksi Israel terhadap Lebanon sebagai pelanggaran berkelanjutan yang memicu ancaman pencabutan perjanjian.