Latest Program: Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Mengkhawatirkan
Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Mengkhawatirkan
Menurut laporan terbaru, Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, sedang dalam kondisi kritis selama masa kepemimpinannya. Dokumen intelijen Amerika Serikat yang disebutkan dalam memo diplomatik menyatakan bahwa Khamenei tidak sadar dan sedang menjalani perawatan intensif di Qom, kota suci Syiah. Laporan ini diterbitkan pada Selasa (7/4), dengan informasi bahwa Khamenei tidak lagi mampu mengambil keputusan penting bagi pemerintahan Iran.
Penyembunyian dan Spekulasi Kekuasaan
Ketidakhadiran Khamenei dari publik selama beberapa minggu terakhir memicu isu tentang siapa yang sebenarnya mengelola kebijakan Iran. Meski para pejabat Iran menegaskan bahwa dia masih memiliki pengaruh, banyak yang menduga kontrol sebenarnya berada di tangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dua pernyataan yang terkait dengan Khamenei telah dipublikasikan di televisi negara, tetapi tidak ada bukti audio atau video langsung yang menunjukkan kehadirannya.
“Khamenei tidak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis, sehingga tidak bisa mengambil keputusan rezim,” kata memo intelijen AS.
Persiapan Mausoleum di Qom
Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa persiapan untuk membangun mausoleum besar bagi Ali Khamenei—ayah Mojtaba—sedang berlangsung di Qom. Hal ini berbeda dari rencana Iran sebelumnya yang mengarahkan pemakaman di Teheran. Jika informasi tersebut benar, kini muncul pertanyaan tentang kepastian kepemimpinan dan kesiapan pengganti.
“Kondisi Mojtaba akan mengubah dinamika kepemimpinan Iran,” tulis The Jerusalem Post.
Informasi ini telah dibagikan kepada sekutu-sekutu di Teluk, menjadi dokumen pertama yang mengungkap lokasi Khamenei secara terbuka. Meski belum ada konfirmasi langsung dari pihak Iran, kekhawatiran terhadap ketidakstabilan kekuasaan terus berkembang, terutama setelah serangan AS terhadap Ali Khamenei pada 28 Februari lalu.