Main Agenda: Respons Negara-negara Teluk soal Gencatan Senjata AS vs Iran
Respons Negara-negara Teluk Soal Gencatan Senjata AS vs Iran
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai hari ke-40, di mana kedua pihak sepakat menghentikan pertempuran selama dua minggu. Kesepakatan ini memungkinkan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi pusat kepentingan geopolitik. Perundingan lanjutan guna mendorong perdamaian direncanakan berlangsung di Pakistan pada 17 April mendatang.
Arab Saudi
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan dukungan terhadap pengumuman gencatan senjata. Riyadh juga menekankan pentingnya memastikan keamanan Selat Hormuz serta meminta henti serangan di wilayah tersebut. Pemerintah Saudi berharap langkah ini menjadi awal bagi perdamaian yang lebih luas dan stabil.
Uni Emirat Arab
Penasihat diplomatik Presiden UAE, Anwar Gargash, mengungkapkan bahwa negaranya berhasil menghindari eskalasi yang diharapkan sejak awal. “Kita menang dengan menjaga kedaulatan, martabat, dan pencapaian pembangunan dari ancaman agresi berbahaya,” tulisnya di platform X. Ia juga menyoroti kemampuan negara untuk mengelola dinamika kawasan yang semakin rumit dengan perspektif lebih tajam dan kapasitas yang lebih solid.
“Hari ini, kami melanjutkan upaya untuk mengelola dinamika kawasan yang kian kompleks dengan pengaruh yang lebih besar, perspektif yang lebih tajam, serta kapasitas yang semakin kuat dalam membentuk arah masa depan,”
Oman
Kementerian Luar Negeri Oman menyambut baik gencatan senjata antara Iran dan AS. Negara tersebut juga mengapresiasi peran Pakistan serta partisipasi pihak-pihak lain yang berupaya mengakhiri ketegangan. “Kami menekankan perlunya intensifikasi upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis dan memutus permusuhan secara permanen,” ujar kementerian itu.
Irak
Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan dukungan terhadap kesepakatan gencatan senjata. Mereka menyerukan diluncurkannya dialog yang serius dan berkelanjutan antara AS dan Iran untuk membahas akar penyebab perselisihan. Irak terkena dampak langsung dari pertempuran antara pasukan AS dan kelompok bersenjata yang didukung Teheran, yang memicu pertukaran tembakan di wilayahnya.