Main Agenda: Ultimatum Trump Berakhir Hari Ini, Iran Bakal Dibombardir?

Ultimatum Trump Berakhir Hari Ini, Iran Siap Diterjang Serangan Udara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum melalui platform Truth Social pada Sabtu (4/4). Dia menegaskan bahwa Iran memiliki 48 jam untuk membuka Selat Hormuz atau mencapai kesepakatan. “Ingat ketika saya beri Iran 10 hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz,” tulis Trump dalam postingannya. “Waktu terus berjalan – hanya tersisa 48 jam sebelum konsekuensi terbesar mengancam mereka,” tambahnya.

Dalam unggahan terpisah pada Minggu (5/4), Trump menyebutkan bahwa batas waktu bagi Iran adalah hari Selasa (7/4) pukul 20.00 ET. Ancaman ini berupa serangan terhadap pembangkit listrik Iran, yang akan dimulai dengan yang terbesar jika Selat Hormuz belum dibuka. “Jika Iran tidak sepenuhnya membuka selat tersebut dalam 48 jam, AS akan melakukan serangan dan menghancurkan berbagai fasilitas energinya,” kata Trump.

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar lebih dulu,” ujarnya.

Konflik antara Iran dan AS-Israel telah memasuki tahap ketat sejak 28 Februari. Pengekangan terhadap jalur laut ini menyebabkan krisis energi global, dengan kapal tanker terjebak di Selat Hormuz setelah Iran menutupnya. Berbagai negara meminta hentian perang dan pembukaan kembali jalur vital tersebut.

Pembicaraan antara AS dan Iran dikabarkan sedang berlangsung, meskipun Teheran menolak negosiasi damai. Laporan Axios menyebutkan bahwa perundingan melibatkan negara-negara Timur Tengah sebagai mediator, dengan target 45 hari gencaran senjata. Meski ada penolakan dari pihak Iran, diskusi tetap berjalan terlepas dari tekanan yang dihadapinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *