New Policy: Bukan Iran, Trump Mau Pungut Biaya di Selat Hormuz

Bukan Iran, Trump Mau Pungut Biaya di Selat Hormuz

Setelah pengumuman gencatan senjata, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan niat negara untuk memberikan bantuan mengatasi gangguan arus kapal di Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa rencana ini bukan sekadar tindakan diplomatik, tetapi juga dimotivasi oleh pertimbangan ekonomi. Trump ingin mengenakan tarif bagi kapal yang melintasi jalur strategis tersebut, bukan Iran.

Dalam pernyataan pada Rabu (8/4), Trump mengatakan bahwa langkah itu bagian dari upaya memastikan kelancaran perairan vital tersebut. “Akan ada banyak tindakan positif. Keuntungan besar akan tercipta. Iran dapat memulai proses rekonstruksi,” tulis Trump di platform Truth Social. Ia yakin bahwa pembukaan kembali jalur yang dilalui 20% minyak dunia setiap hari akan berjalan lancar.

“Bagaimana kalau kita saja yang memungut biaya lintasnya? Saya pikir kita yang melakukannya, bukan mereka,” kata Trump Senin (6/4) saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan Iran menetapkan tarif bagi kapal yang melewati Selat Hormuz.

Selat Hormuz hingga kini masih dijaga oleh Iran setelah pecahnya konflik dengan AS dan Israel. Jalur ini merupakan salah satu rute kritis perdagangan energi global, mengingat sebagian besar pasokan minyak dunia melewati daerah tersebut. Meski demikian, militer AS sebelumnya mengatakan belum siap untuk mengawal kapal-kapal tanker di kawasan itu, lantaran risiko serangan dari Iran di perairan sempit.

Trump yang awalnya menunjukkan retorika keras, kini mulai melunak setelah pengumuman gencatan senjata. Menurut Anthony Zurcher, koresponden BBC di Amerika Serikat, sikap ini dianggap sebagai cara melepaskan diri dari perang. “Ini memungkinkan Trump untuk menghindari pilihan berbahaya—antara meningkatkan ketegangan atau mundur dan merusak kredibilitasnya,” katanya. Namun, presiden AS mungkin hanya memperoleh penangguhan sementara.

Menurut media Inggris The Guardian, Trump meraih kepuasan instan melalui pengumuman gencatan senjata. Negosiasi di Pakistan akan berlangsung dalam dua minggu ke depan, dengan harapan mencapai penyelesaian permanen antara AS dan Iran. Meski demikian, tindakan Trump menunjukkan ketertarikan pada strategi ekonomi yang lebih terbuka, berbeda dari pendekatan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *