New Policy: Menlu Iran Tuding AS Plin-Plan, Sengaja Bikin Negosiasi Gagal

Menlu Iran Tuding AS Plin-Plan, Sengaja Bikin Negosiasi Gagal

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik Amerika Serikat (AS) karena dianggap tak kooperatif dan terlalu sering beralih pendirian. Akibatnya, perundingan damai antara kedua negara yang berlangsung pada Sabtu (11/4) lalu gagal mencapai kesepakatan. Araghchi mengungkapkan dalam postingannya di media sosial X bahwa AS berperan aktif dalam memblokir proses negosiasi, sekaligus mengubah target yang ditetapkan sejak awal.

Pembicaraan yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, dengan Pakistan sebagai mediator, dihentikan pada hari Minggu (12/4) pagi. Wakil Presiden AS JD Vance menyebutkan bahwa hambatan muncul karena Iran menolak tuntutan Washington, termasuk permintaan untuk menghentikan semua program nuklir Teheran.

“Dalam perundingan intensif yang berlangsung 47 tahun lamanya, Iran berusaha dengan baik untuk mencapai kesepakatan damai. Namun, saat hampir mencapai kesepakatan di Islamabad, AS menunjukkan sikap maksimalis, memperbarui syarat, dan menghalangi progres,” tulis Araghchi di X pada Senin (13/4).

Menurut sumber yang dekat dengan tim Iran, AS justru mencari alasan untuk keluar dari meja perundingan. Sebelumnya, Iran menyatakan bahwa salah satu tuntutan utamanya adalah pencairan aset di Qatar. Sumber tersebut mengklaim AS telah menyetujui pembelahan miliaran dolar aset Iran yang dibekukan di sana serta di lembaga keuangan asing.

“Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik menghasilkan niat baik, sementara permusuhan melahirkan permusuhan,” lanjut Araghchi.

Iran juga menuntut kendali atas Selat Hormuz, ganti rugi atas kerugian akibat perang, serta gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk Lebanon. Selain itu, negara itu ingin mengenakan tarif transit bagi kapal-kapal yang melewati jalur strategis tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *