Official Announcement: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz usai Israel Serang Lebanon

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Usai Israel Serang Lebanon

Iran menghentikan kembali jalur Selat Hormuz setelah kesepakatan gencatan senjata dengan AS dianggap dilanggar. Media Iran Fars News menyatakan tindakan tersebut dipicu oleh serangan Israel ke Lebanon, yang dinilai melanggar perjanjian. Serangan besar-besaran yang dilakukan Israel pada Rabu (8/4) menyebabkan kematian 254 orang dan cedera lebih dari seribu pelaut.

Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS dianggap mencakup penghentian serangan ke Lebanon. Namun, pihak Tel Aviv menolak mengakui hal ini. Mereka bersikeras bahwa negara-negara lain, termasuk Iran, tetap berhak menyerang Lebanon. Dalam konteks ini, Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz sebagai respons atas tindakan Israel.

Jalur Alternatif Diperlihatkan Sebelum Penutupan

Sebelum menutup kembali Selat Hormuz, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menunjukkan rute alternatif untuk kapal tanker. Rute ini memungkinkan kapal melintas dari utara Pulau Larak di Laut Oman untuk masuk ke wilayah Teluk Persia, sementara kapal keluar bisa melewati selatan Pulau Larak menuju Laut Oman.

“Mengingat kemungkinan adanya berbagai ranjau anti kapal di jalur utama Selat Hormuz, dengan ini kami memberitahukan kepada semua kapal yang bermaksud melewati Selat Hormuz,” tulis IRGC, diikuti dengan penjelasan rute di Pulau Larak.

Rute alternatif tersebut telah digunakan oleh sejumlah kapal selama perang AS-Iran, menurut Chosun Ilbo. IRGC memberikan informasi ini sebagai antisipasi adanya hambatan di jalur utama. Dalam peta navigasi yang dilampirkan, area bahaya ditandai dengan lingkaran besar bertuliskan “zona bahaya” dalam aksara Persia.

Peta juga menunjukkan ruang sempit antara Pulau Larak dan Pulau Qeshm sebagai jalur masuk, sementara kapal yang keluar diwajibkan menghindari area tersebut dengan mengitari sisi selatan kedua pulau. Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 7 April lalu. Sampai 8 April, dua kapal berbendera Yunani dan Liberia berhasil melewati Selat Hormuz.

Iran telah mengirimkan pemberitahuan ke mediator bahwa mereka akan membatasi jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz hingga 12 per hari. Kapal yang melintas juga dikenai biaya tambahan. Namun, sekarang status Selat Hormuz tidak jelas setelah Israel menyerang Lebanon, yang membuat Iran marah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *