Serangan Israel Tewaskan Imam Terkemuka Lebanon Sadiq al-Nabulsi
Serangan Israel Tewaskan Imam Terkemuka Lebanon Sadiq al-Nabulsi
Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Lebanon, Rabu (8/4), yang disebut turut mengorbankan Imam Sadiq al-Nabulsi, tokoh penting di sana. Meski kesepakatan gencatan senjata dengan Iran sudah ditandatangani, Israel tetap melanjutkan operasi militer. Media lokal Lebanon, seperti Aljazeera, melaporkan bahwa al-Nabulsi tewas dalam serangan tersebut.
Imam yang Juga Aktif sebagai Akademisi
Al-Nabulsi dikenal sebagai seorang akademisi sebelum menjadi imam terkenal. Serangan Israel terjadi di kota pesisir Sidon, yang menjadi sasaran utama dalam operasi militer terbaru. Sejumlah korban tewas dan terluka, dengan ratusan orang terkena dampak langsung, menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon.
“Donor darah Anda sangat penting sekali,” kata Pusat Medis Universitas Amerika Beirut, yang meminta bantuan sumbangan darah untuk para korban serangan Israel.
Presiden Lebanon Mengutuk Serangan
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam tindakan Israel sebagai penganiyayaan yang tidak manusiawi. Dalam pernyataannya, ia menyebut perbuatan itu sebagai tindakan agresi barbar. “Tindakan agresi barbar ini – yang tidak mengakui hak apa pun dan tidak menghormati perjanjian atau komitmen apa pun – telah menunjukkan pengabaian total terhadap hukum internasional,” tegas Aoun.
Kesepakatan Gencatan Senjata dan Reaksi Israel
Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran disepakati, dengan Pakistan sebagai mediator. Namun, Israel menolak perjanjian tersebut dan tetap menyerang front pertempuran di Lebanon. Milisi Hizbullah, yang merupakan proksi Iran, menjadi sasaran utama dalam serangan militer. Kelompok paramiliter Syiah ini telah lama berseteru dengan Israel, dengan kepemimpinan Hasan Nasrallah yang tewas tahun lalu dalam serangan serupa.