Topics Covered: Iran Cap AS Bodoh Biarkan Israel Bombardir Lebanon Rusak Gencatan
Iran Cap AS Bodoh Biarkan Israel Bombardir Lebanon Rusak Gencatan
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai tindakan AS yang membiarkan Israel melanjutkan serangan terhadap Lebanon selama gencatan senjata akan mengarah pada “kebodohan” yang berdampak pada kemungkinan runtuhnya perjanjian damai. Serangan Israel ke Lebanon, yang terjadi sejak gencatan senjata ditandatangani pada Rabu (8/4), telah mengakibatkan kematian lebih dari 300 individu. Pada Kamis (9/4), Araghchi memberi peringatan kepada AS mengenai ketidaksesuaian janji yang diberikan mengenai cakupan wilayah gencatan senjata.
“Jika AS ingin meruntuhkan ekonominya sendiri dengan membiarkan Netanyahu terus membunuh diplomasi, itu pada akhirnya pilihan mereka. Kami menilai tindakan itu bodoh, tetapi kami siap menghadapinya,” kata Araghchi.
Pernyataan Araghchi mencerminkan pendirian Wakil Presiden AS JD Vance, yang sehari sebelumnya mengingatkan bahwa Iran tidak boleh membiarkan gencatan senjata hancur hanya karena isu Lebanon. “Kami pikir itu akan bodoh, tetapi itu pilihan mereka,” ujar Vance. Di sisi lain, Araghchi menyebut bahwa persidangan kasus korupsi Netanyahu akan dimulai kembali pada Minggu, menegaskan bahwa sang politisi memiliki motif terselubung untuk terus memperluas perang.
Serangan Israel di Lebanon terus berlanjut, termasuk operasi yang menewaskan empat petugas penyelamat di kota Borj Qalaouiye. Pasukan Israel juga memerintahkan evakuasi wilayah Jnah di Beirut, yang menjadi pusat dua rumah sakit utama serta tempat tinggal ratusan warga dan pengungsi. Meski AS sebelumnya mengklaim bahwa Israel akan membatasi operasi militer, serangan justru tidak berhenti. Contohnya, pada 2024, pemerintahan Joe Biden menyatakan bahwa Israel hanya melakukan serangan “terbatas” di Rafah, Gaza Selatan. Namun, Israel akhirnya menghancurkan hampir semua bangunan di kawasan tersebut.
Konflik Lebanon memanas pada awal Maret setelah Hizbullah menembak roket sebagai respons atas serangan Israel dan pembunuhan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, pada 28 Februari. Sejak gencatan senjata diputus pada November 2024, Israel secara rutin meluncurkan serangan harian terhadap infrastruktur sipil di Lebanon. Trump, Presiden AS, menyampaikan bahwa ia telah meminta Israel untuk menurunkan intensitas operasi militer, dengan menekankan bahwa Netanyahu akan mematuhi permintaan tersebut.