New Policy: Studi: Liburan Tak Bawa Uang Tunai Malah Bikin Wisatawan Boncos
Studi: Liburan Tanpa Uang Tunai Bisa Berisiko Bagi Wisatawan
Banyak pelancong memilih metode pembayaran tanpa uang tunai saat berlibur, namun kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Sebuah riset terbaru membuktikan bahwa uang fisik tetap penting dalam perjalanan ke luar negeri. Studi terkini menemukan 39 persen wisatawan mengalami kejadian mendadak selama liburan, seperti kebutuhan mendadak untuk memberi tip atau membayar di tempat yang belum mendukung pembayaran digital.
Transaksi Beragam, Namun Uang Tunai Tetap Diperlukan
Menurut laporan Independent, wisatawan umumnya menggunakan tiga alat pembayaran. Pertama, uang tunai dalam mata uang lokal yang lebih aman. Kedua, kartu khusus perjalanan seperti Revolut atau Wise. Ketiga, kartu kredit umum yang sering menambah biaya transaksi internasional. Meski banyak tempat menyediakan opsi non-tunai, situasi tertentu masih membutuhkan uang fisik.
Kasus seperti ini terjadi saat membayar taksi atau belanja di toko kecil. Jika pelancong sudah membawa uang tunai, mereka bisa merasa lebih tenang menghadapi situasi darurat. Namun, kebiasaan cashless bisa membuat wisatawan menghabiskan biaya tambahan, terutama saat mengambil uang di ATM di luar negeri.
Data dari Survei Opinium Menyoroti Biaya Tambahan
Survei Opinium menunjukkan, 2.000 pelancong Inggris mengalami kesulitan saat membutuhkan uang tunai mendadak. Mereka justru terkena biaya tambahan karena tarik tunai di ATM. Selain itu, menukar uang di bandara sering kali mengakibatkan kurs yang tidak menguntungkan, sehingga nilai tukar bisa lebih buruk.
“Masih ada perdebatan mengenai penggunaan uang tunai. Banyak orang berpikir kartu bebas biaya sudah cukup, tapi itu sia-sia jika akhirnya harus menggunakan ATM luar negeri yang mengenakan tarif atau mendapat kurs buruk,” kata Amelia Murray, ahli keuangan dari Be Clever With Your Cash.
Murray menekankan pentingnya mempersiapkan uang tunai lokal sebelum berangkat. Selain itu, ia juga menyarankan agar wisatawan memahami kebijakan kartu kredit dan perhitungan mata uang asing. Hal ini membantu menghindari pengeluaran tambahan, terutama di area yang tidak memiliki fasilitas pembayaran kartu.
Sebagai contoh, destinasi di luar kota besar atau daerah terpencil sering kali belum menerima transaksi dengan kartu. Dengan demikian, membawa uang tunai menjadi solusi yang lebih praktis dan efisien. Keberhasilan perjalanan bisa terganggu jika pelancong tidak siap menghadapi keadaan darurat dengan uang fisik.