Akhirnya Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Terangkut Semua
Pembersihan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Tuntas
Sekitar delapan hari setelah menjadi perhatian publik, tumpukan sampah yang menghimpit Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini telah diangkut secara lengkap. Upaya intensif dari Perumda Pasar Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghasilkan perbaikan signifikan pada kondisi lingkungan pasar.
Permintaan Pemerintah Daerah
Sampah yang menumpuk di wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan keluhan warga akibat bau yang mengganggu dan kekacauan di sekitar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penyelesaian dalam waktu satu minggu, dengan menegaskan bahwa pengangkutan sedang berjalan.
“Mudah-mudahan tujuh, delapan hari lagi selesai. Sekarang ini sedang ditangani,” kata Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Menurut Pramono, hambatan utama berasal dari zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Masalah tersebut memperlambat aktivitas pengangkutan, sehingga memicu akumulasi sampah di pasar. Ia juga meminta Direktur Utama Perumda Pasar Jaya untuk segera menyelesaikan tugas tersebut.
“Memang akibat dampak dari zona 4A Bantar Gebang yang kemudian rentetannya terjadi sampai hari ini. Saya sudah meminta Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan,” ujarnya.
Langkah Cepat Perumda Pasar Jaya
Perumda Pasar Jaya langsung bergerak untuk menyelesaikan masalah. Direktur Utama Agus Himawan menyatakan target penyelesaian dalam tiga hari, dengan mengangkut seluruh volume sampah pada Jumat (10/4/2026).
“Insyaallah tiga hari ke depan sudah selesai. Hari Jumat (10/4) kita targetkan seluruh penanganan tuntas,” tutur Agus Himawan, Kamis (9/4/2026).
Dalam upaya itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, mengirimkan sekitar 40 armada setiap hari. Volume pengangkutan mencapai 600 hingga 700 ton per hari, yang membantu normalisasi area pasar.
Kondisi Pasca-Pembersihan
Saat ini, lokasi Pasar Induk Kramat Jati terlihat lebih rapi. Meski tumpukan sampah sudah diangkut, bekas tempat sampah masih menunjukkan tanah yang bergelombang. Alat berat dan truk masih ada di area tersebut untuk menyelesaikan penataan.
Pantauan di lokasi pada Jumat (10/4/2026) menunjukkan tembok pembatas yang sempat roboh kini mulai diperbaiki, dengan tampilan pasar yang lebih bersih.
Solusi Jangka Panjang
Sebagai langkah preventif, Pasar Jaya juga mengadakan persiapan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Salah satunya adalah mesin insinerator yang sedang diuji coba. Mesin ini diharapkan mampu memproses sampah secara lebih optimal, mencegah penumpukan seperti sebelumnya.
Tumpukan sampah setinggi enam meter yang pernah menghiasi area penampungan sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati pada Minggu (29/3/2026) mencapai volume hingga 6.970 ton, setara ratusan truk besar.
Kondisi pasar yang kini lebih terang dan teratur menunjukkan hasil dari upaya kolaboratif antara Perumda Pasar Jaya dan pemerintah daerah. Proses pembersihan berlangsung dari 2 hingga 9 April 2026, dengan hasil yang memuaskan bagi warga sekitar.