Dubes Iran Klaim Menang Mutlak – Sebut AS-Israel Ajukan Gencatan Senjata
Dubes Iran Klaim Menang Mutlak, Sebut AS-Israel Ajukan Gencatan Senjata
Sabtu (11/4/2026), Dubes Iran Boroujerdi menyampaikan pernyataan di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur. Ia menyatakan bahwa Iran telah mencapai kemenangan yang pasti, dengan proses penyelesaian yang diakhiri oleh gencatan senjata. Lalu, lawan-lawan kami mengajukan tawaran negosiasi, menurutnya.
Iran Tak Percaya Penuh pada Negara Pemimpin
Dubes Boroujerdi menegaskan bahwa meski membuka ruang dialog, Iran tetap skeptis terhadap AS dan Israel. Ia mengingatkan pengalaman masa lalu, di mana negosiasi sering diiringi oleh serangan terhadap Iran.
“Kita tidak memiliki kepercayaan terhadap musuh-musuh kita, meski niat baik tetap ada. Dua kali negosiasi, dua kali pula kita mengalami serangan,” ujarnya.
Usulan Gencatan Senjata di Wilayah Luas
Ia juga menekankan bahwa Iran ingin gencatan senjata tidak hanya berlaku di negara sendiri, tetapi juga mencakup seluruh kawasan Timur Tengah. “Kami mengusulkan agar gencatan senjata meliputi wilayah yang lebih luas,” tambahnya.
Israel Dituduh Melanggar Kesepakatan
Dubes Boroujerdi menyoroti tindakan Israel yang dianggap sering melanggar kesepakatan gencatan senjata di berbagai daerah konflik, seperti Palestina, Gaza, Lebanon, dan Yaman. Menurutnya, setiap negosiasi selalu dibarengi oleh syarat-syarat, termasuk tuntutan perdamaian menyeluruh.
“Di antara syarat utamanya adalah pencapaian perdamaian di wilayah konflik. Jika tidak diterima, tidak akan ada keadaan damai sama sekali,” tegasnya.
Kondisi Selat Hormuz Masih Sensitif
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Boroujerdi juga menyebutkan situasi di Selat Hormuz yang masih kritis. Ia menekankan bahwa kapal yang melintasi jalur tersebut harus mematuhi protokol ketat yang ditetapkan oleh otoritas keamanan Iran.
“Selat Hormuz kini tidak dalam kondisi normal. Kapal harus mengikuti beberapa prosedur yang ditentukan oleh pihak keamanan,” pungkasnya.