Facing Challenges: Salat Jumat dan Jumat Agung Barengan, Istiqlal-Katedral Adem dan Kondusif
Salat Jumat dan Jumat Agung Barengan, Istiqlal-Katedral Adem dan Kondusif
Pada hari Jumat (3/4/2026), Salat Jumat di Masjid Istiqlal berlangsung serentak dengan perayaan Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta. Kedua acara ibadah diadakan bersamaan, tetapi tidak terdengar adanya kekacauan atau gesekan antarumat beragama.
Masyarakat mengapresiasi kerja sama antara umat Islam dan Kristen dalam menjalankan ibadah masing-masing. Kedua kelompok agama tersebut dianggap saling menghormati, menciptakan suasana yang nyaman dan berkelanjutan.
“Saya melihat selama ini, suasana tetap damai. Kita hanya melakukan ibadah masing-masing, tanpa gangguan,” ujar Bambang, warga Bogor, saat dijumpai di Masjid Istiqlal.
Bambang menegaskan bahwa sikap toleransi antaragama sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat Jakarta. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam keluarganya terdapat anggota yang beragama Kristen, sehingga keharmonisan itu terbiasa.
“Karena di keluarga saya juga ada yang beragama Kristen, jadi saling menghargai saja,” lanjut Bambang.
Sementara itu, Nata, seorang jemaat di Gereja Katedral Jakarta, mengatakan bahwa suasana ibadah Jumat Agung terasa tenang dan berjalan lancar. Ia merasa puas dengan keadaan tersebut.
“Suasana di sini sangat tenang, sangat harmonis,” tutur Nata.
Nata menambahkan bahwa kedua perayaan ibadah ini menciptakan suasana yang baik bagi masyarakat sekitar. Ia bersyukur karena umat Islam dan Katolik bisa menjalankan ritualnya tanpa hambatan.
Kejadian ini menunjukkan upaya bersama dalam membangun toleransi yang solid, khususnya di kota yang dinamis seperti Jakarta.