Latest Program: Legislator Gerindra Dorong Peningkatan Skill Pekerja Migran Indonesia

Legislator Gerindra Dorong Peningkatan Skill Pekerja Migran Indonesia

Seorang anggota dewan dari Partai Gerindra, Putih Sari, mengusulkan perubahan ke arah peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia (PMI). Ia menyoroti bahwa kini mayoritas PMI masih berada di sektor informal, sehingga rentan menghadapi masalah hukum dan aspek kesejahteraan.

“Transformasi PMI perlu dilakukan agar mereka lebih berlandaskan pada keterampilan. Dengan demikian, PMI tidak lagi terbatas pada pekerjaan domestik seperti perawat rumah tangga,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (11/4/2026).

Menurut Putih Sari, pekerja migran yang memiliki keahlian spesifik akan memiliki kemampuan negosiasi yang lebih baik di negara tujuan. Mereka juga lebih mungkin mendapatkan gaji yang adil serta perlindungan kerja yang memadai.

“Dengan keterampilan yang memadai, akses ke pekerjaan formal akan lebih mudah terbuka. Hal ini sekaligus meningkatkan perlindungan mereka secara signifikan,” tambahnya.

Politisi muda Gerindra itu menegaskan bahwa transformasi ini harus dimulai sejak proses perekrutan awal. Langkah-langkah seperti pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan penyelarasan dengan kebutuhan pasar kerja dunia perlu diperkuat. Ia juga mengkritik pendekatan sebelumnya yang terlalu menekankan jumlah PMI yang ditempatkan.

“Persiapan harus dimulai dari hulu. Mulai dari pelatihan sesuai kebutuhan, sertifikasi yang diakui, hingga analisis kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan,” tegasnya.

Putih Sari menekankan bahwa pergeseran paradigma ini penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global. PMI tidak lagi dianggap sebagai tenaga kerja berupah rendah, melainkan diubah menjadi tenaga profesional dengan kompetensi yang unggul.

“PMI kita harus naik kelas. Dari sektor informal menuju sektor formal yang lebih terjamin dan bernilai tambah,” pungkasnya.

Menurutnya, Komisi IX DPR RI akan terus mendorong pemerintah agar kebijakan penempatan PMI lebih menitikberatkan pada kualitas sumber daya manusia. Dengan begitu, kesejahteraan dan perlindungan PMI bisa ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Kita ingin PMI tidak hanya jumlahnya banyak, tetapi juga berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar global,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *