Meeting Results: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, HNW Ajak Gen Z Tak Lupakan Sejarah
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, HNW Ajak Gen Z Tak Lupakan Sejarah
Peluncuran Lomba di Yogyakarta
Dalam acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang diadakan di Provinsi DI Yogyakarta, hari ini, seorang pemateri menyampaikan pesan penting tentang pentingnya sejarah nasional. Dihadapan ratusan pelajar SMA/SMK dan pendamping mereka se-Provinsi DI Yogyakarta, ia menekankan peran lomba ini dalam membantu generasi muda memahami nilai-nilai yang menjadi dasar bangsa.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan Gen Z serta siswa milenial dapat terus belajar, meneladani, dan melanjutkan perjuangan tokoh-tokoh bangsa yang telah memberikan sumbangan besar bagi kemerdekaan Indonesia. Contohnya, perjuangan Sultan Hamengkubuwono IX dalam mempertahankan keutuhan republik, termasuk pengorbanannya untuk mengikuti eksistensi RI Merdeka,” kata HNW dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Kontribusi Sultan Hamengkubuwono IX
Sultan Hamengkubuwono IX tidak hanya berperan dalam perjuangan kemerdekaan, tetapi juga memberikan bantuan finansial kepada pemerintah dalam bentuk mata uang Golden senilai 6,5 juta, setara Rp 650 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mencetak uang negara dan mendukung operasional Republik Indonesia yang baru merdeka.
HNW menambahkan, lomba ini bertujuan agar generasi muda, termasuk yang akan menjadi generasi alfa, tidak melupakan sejarah. Dengan metode cerdas cermat, mereka diharapkan lebih termotivasi untuk memahami, mencintai, dan menerapkan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pahlawan bangsa.
“Melalui LCC, kita bisa lebih dekat dengan makna perjuangan Sri Sultan Hamengkubuwono ke-9 dan ke-10. Mereka berhasil menjaga persatuan di tengah keberagaman, yang menjadi contoh baik untuk diikuti,” jelas HNW.
Seleksi dan Peserta
Seleksi LCC tahun ini diikuti oleh sembilan sekolah di Yogyakarta, yakni SMKN 1 Wonosari, SMAN 2 Bungantapan, SMAN 1 Teladan Yogyakarta, SMAN 1 Ngaglik, SMAN 1 Bantul, MAN 1 Yogyakarta, MAN 7 Yogyakarta, SMAN 2 Bantul, serta MAN 2 Sleman. Kesembilan sekolah tersebut bersaing untuk mendapatkan satu tiket ke babak Grand Final nasional.
Kehadiran Tokoh Penting
Prosesi pembukaan LCC turut dihadiri oleh Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur DI Yogyakarta, yang diwakili oleh Lilik Adi Aryanto dari Kesbangpol provinsi. Hadir pula Tukiman dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Wachid Nugroho dari Biro Persidangan dan Pemasyarakatan, Dyastasita dari Biro Pengkajian Konstitusi, dan Indri Wahyuni dari Badan Sosialisasi MPR.
Sosialisasi Lainnya
MPR juga melakukan berbagai kegiatan sosialisasi untuk kelompok masyarakat lain, seperti lomba pidato, training of trainer, diskusi, dan seminar. Keterlibatan Sekretariat Jenderal MPR dalam penyelenggaraan LCC menurut HNW merupakan langkah strategis untuk memperkaya pemahaman generasi muda tentang empat pilar negara.
“Semoga LCC ini bisa menjadi pengingat dan semangat bagi seluruh anak bangsa untuk semakin mencintai bangsa, memahami sejarah, serta mengamalkan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh para pendiri negara,” pungkas HNW.