New Policy: BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan Spageti MBG

BGN Beri Permintaan Maaf Usai 72 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan Spageti MBG

Sebanyak 55 siswa dari empat institusi pendidikan di Jakarta Timur (Jaktim) diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit. Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

“BGN memberikan permintaan maaf atas kejadian keracunan tersebut. Mereka berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang dirawat di rumah sakit,” ujar Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, dalam pernyataannya, Sabtu (4/4/2026).

Nanik menjelaskan bahwa BGN telah mengambil langkah tegas untuk menjamin keamanan pangan. Salah satu tindakan yang diambil adalah menghentikan operasional SPPG Pondok Kelapa sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya pencegahan kejadian serupa.

“Selain itu, operasional SPPG Pondok Kelapa disuspensi secara permanen karena fasilitas dapur dan sistem IPAL masih tidak memenuhi standar,” tambahnya.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (3/4), setelah guru melaporkan sejumlah siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah makan. Menu yang disajikan pada saat itu meliputi spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Dugaan penyebab kejadian awalnya terkait dengan kondisi makanan yang kurang segar. Nanik menilai jeda waktu antara proses memasak dan pemberian makan berpotensi memengaruhi kualitas menu, sehingga memicu gangguan kesehatan.

“Kami memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam program MBG,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *