New Policy: DPRD Surabaya Dorong Skema Penanganan Sampah Berat-Peremajaan Armada
DPRD Surabaya Dorong Skema Penanganan Sampah Berat-Peremajaan Armada
Arif Fathoni, Wakil Ketua DPRD Surabaya, mengungkapkan bahwa isu sampah di Surabaya semakin memprihatinkan. Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘sampah berat’ bukan hanya tentang bobot, tetapi juga jenis limbah yang memerlukan proses pengelolaan khusus.
Sampah berat tersebut mencakup barang besar seperti kasur, sofa, kursi, lemari, hingga perabot rumah tangga lainnya. Limbah-limbah ini tidak dapat ditangani secara umum dan membutuhkan strategi yang lebih tepat.
“Dengan pendekatan adaptif, dinas bisa merancang sistem khusus yang membantu masyarakat dalam mengelola sampah berat. Ini penting untuk menghindari peningkatan volume limbah yang mengganggu lingkungan,” ujar Arif Fathoni dalam pernyataan resmi, Minggu (5/4/2026).
DPRD juga menekankan perlunya kebijakan bayar retribusi khusus untuk jenis sampah tertentu. Menurutnya, langkah ini memberikan alternatif jelas bagi warga dalam membuang limbah.
“Sampah yang membutuhkan pengelolaan ekstra perlu diatur melalui sistem khusus. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi membuangnya sembarangan ke sungai atau area yang tidak layak,” tuturnya.
Di sisi lain, ia menyoroti kebutuhan pengawasan terhadap limbah dari sektor usaha. Arif mengusulkan agar tugas ini diperkuat oleh aparat penegak peraturan daerah.
“Pengawasan terhadap sampah usaha harus dilakukan secara menyeluruh. Apakah pengelolaan sudah sesuai izin atau belum, itu yang perlu dicek,” jelasnya.
DPRD juga menyoroti kondisi armada pengangkut sampah yang dinilai perlu diperbarui. Sejumlah kendaraan telah mencapai usia di atas 15 tahun dan tidak lagi memenuhi standar operasional.
“Angkutan sampah harus diremajakan agar tidak ada lagi limbah yang tercecer. Estetika kota akan tetap terjaga jika armada diperbarui,” tambah Arif Fathoni.
Politisi Partai Golkar menambahkan bahwa Pemkot Surabaya telah menetapkan program ASRI sebagai upaya menjadikan kota ini lebih hijau. Ia berharap kebijakan terkait diterapkan secara konsisten.
“Saya yakin program ASRI akan memberikan dampak positif. Surabaya sudah mengambil langkah nyata, bukan hanya janji,” paparnya.
Arif menekankan bahwa peremajaan armada tidak hanya melihat usia kendaraan, tetapi juga aspek lingkungan. Ia mengusulkan penggunaan truk non-bahan bakar fosil sebagai bagian dari peningkatan keberlanjutan.
“Kendaraan ramah lingkungan bisa menjadi solusi terdepan. Ini selaras dengan komitmen Pemkot Surabaya dalam mengadopsi mobil listrik untuk dinas,” ujarnya.
DPRD Surabaya menyoroti perlu kolaborasi dengan pihak ketiga, terutama penyedia armada berbasis energi terbarukan. Ia mengatakan banyak pelaku usaha sudah memiliki kendaraan yang ramah lingkungan.
“Kolaborasi dengan pihak luar akan memperkuat upaya penanganan sampah. Masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan pengangkutan yang ramah lingkungan,” tambahnya.
Sebagai kota contoh dalam pengelolaan sampah menjadi energi, Surabaya perlu terus berinovasi agar sistemnya tetap berkelanjutan dan adaptif dengan tantangan masa kini.
“Jika pengelolaan sampah di RW berjalan sesuai semangat usaha, maka masalah sampah di Surabaya bisa teratasi secara menyeluruh,” pungkas Arif Fathoni.