New Policy: PATRON Apresiasi Polri Berantas Narkoba Bukti Selamatkan Generasi Bangsa
PATRON Mengapresiasi Upaya Polri Berantas Narkoba Bukti Selamatkan Generasi Bangsa
Penguatan Sistem Pemberantasan Narkoba
Dalam periode kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Muannas menyatakan bahwa setiap gram narkoba yang berhasil disita menjadi penghargaan bagi keberhasilan melindungi anak muda, keluarga, dan kekuatan sosial bangsa.
“Pemberantasan narkoba bertujuan melindungi masa depan bangsa. Jika negara mampu menghentikan distribusi sebelum mencapai masyarakat, ini lebih dari sekadar urusan hukum—ini jaminan bahwa generasi terbaik tidak hilang,”
Ditambahkan Muannas dalam pernyataannya, Minggu (12/4/2026).
Kasus dan Data Pemusnahan Narkoba
Perang melawan narkoba semakin rumit karena melibatkan negara asing, jalur laut, ekspedisi, transaksi digital, dan laboratorium tersembunyi. Kenaikan jumlah pengungkapan menunjukkan kemampuan sistem negara dalam mengendalikan peredaran narkoba.
Berikut peningkatan data selama periode kepemimpinan Sigit: – 2021: 19.229 kasus, 24.878 tersangka. Barang bukti mencapai 7.696 kg sabu, 2.100 kg ganja, dan ratusan ribu ekstasi (Rp11,66 triliun). 39,24 juta jiwa dilindungi. – 2022: 33.169 kasus. Barang bukti 78,2 ton ganja dan 6,3 ton sabu (Rp11,02 triliun). 104,4 juta jiwa dijauhkan dari bahaya. – 2023: 39.000 kasus (Rp12,8 triliun). 35,7 juta jiwa terhindar dari dampak narkoba. – 2024: 42.824 kasus (Rp8,6 triliun). 40,4 juta jiwa berpeluang terbebas dari bahaya. – 2025: 48.592 kasus, lebih dari 64 ribu orang ditangkap, serta barang bukti hingga 590 ton (Rp41 triliun).
“Jika jumlah pelaporan terus naik, artinya negara aktif memerangi narkoba. Sistem penindakan dan deteksi semakin efektif,”
jelas Muannas.
Nilai Keberhasilan yang Tak Terukur
Total estimasi manusia yang dihindari dari risiko narkoba mencapai 219,74 juta—jumlah hampir setara dengan seluruh populasi Indonesia. Sementara nilai barang bukti yang diamankan melebihi Rp85 triliun.
Muannas menegaskan bahwa angka ini belum cukup. Menurut data BNN, biaya sosial akibat narkoba (kesehatan, produktivitas, kriminalitas) bisa 3 hingga 5 kali lipat dari nilai peredarnya. Dengan mencegah 590 ton narkoba, Polri menghemat potensi kerugian negara hingga Rp200 triliun.
“Kapitalisasi upaya ini bukan hanya dalam angka. Yang diselamatkan adalah kualitas manusia. Uang punya nilai, tetapi masa depan generasi tidak bisa dihitung dengan rupiah,”
tegas Muannas.
Presiden dan Kapolri Bersama Mengakhiri Peredaran Narkoba
Pada 29 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri menghancurkan 214,84 ton narkoba senilai Rp29,37 triliun di Mabes Polri. Kehadiran Prabowo dianggap memperkuat perang melawan narkoba sebagai prioritas nasional.
Durasi kepemimpinan Sigit, sejak 27 Januari 2021, memperlihatkan Polri lebih terstruktur, terukur, dan fokus pada kesejahteraan masyarakat. Pendekatan adaptif, mulai dari menggagalkan jaringan besar hingga mendorong desa anti-narkoba, menjadi faktor utama.
Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada Kapolri dan seluruh jajaran. Ini bukan hanya pencapaian institusi, tetapi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba.
Dengan 219,74 juta jiwa yang selamat, ukuran keberhasilan dalam perang narkoba tidak lagi terbatas pada angka. Setiap nyawa muda memiliki nilai abadi yang tak tergantikan.