New Policy: Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan Tembus Rp 2,7 M
Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan Tembus Rp 2,7 M
Dari seorang guru yang mengalami keterpurukan, Ristianti kini berubah menjadi pengusaha mandiri dengan omzet mencapai jutaan rupiah. Perubahan ini terjadi setelah ia bergabung dengan program UMiMAX Pertamina Aksi, yang memberinya modal usaha berupa gerobak warkop serta pelatihan dan pendampingan bisnis. Dengan bantuan tersebut, Ristianti mampu menjamin pendidikan anak-anaknya, menjadi contoh nyata sukses dari inisiatif perusahaan energi terbesar itu.
Program UMiMAX Bantu Masyarakat Ekonomi Lemah dan PHK
UMiMAX Pertamina merupakan program yang bertujuan memperkuat kemandirian pelaku usaha ultra mikro. Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-57 Pertamina, program ini dijalankan sejak Desember 2025 dan menjadi pilot project yang diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan usaha skala kecil di Indonesia.
“Sebanyak 75 persen peserta UMiMAX adalah korban pemutusan hubungan kerja, sementara sisanya merupakan masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah. Program ini merupakan komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah alat usaha, pelatihan, dan pendampingan bisnis,” kata Rudi Arifianto, Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina.
Di tengah acara wisuda UMiMAX yang diadakan di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta, Rudi menjelaskan bahwa program ini telah memberikan dampak signifikan. Sejak Januari hingga April 2026, total pendapatan peserta mencapai Rp 2,75 miliar, dengan laba bersih hingga Rp 858 juta. Angka ini memperkuat harapan Pertamina untuk menyebarluaskan programnya.
UMiMAX Perluas Jangkauan ke 1.000 Peserta di 2026
Program UMiMAX saat ini mencakup enam wilayah, yaitu Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung. Peserta terdiri dari 65 usaha warmindo, 63 usaha koling, serta 40 usaha mini ATM. Muhammad Baron, Vice Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa UMiMAX menjadi upaya untuk mendorong daya saing pelaku usaha ultra mikro.
“Pertamina mengapresiasi semangat dan keberhasilan mitra usaha dalam mengikuti UMiMAX. Wisuda ini diharapkan memotivasi pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas bisnis dan bergerak ke tingkat yang lebih baik,” ujar Muhammad Baron.
Sementara itu, salah satu peserta program, Tasya Putri Nabilah, menceritakan bagaimana UMiMAX tidak hanya meningkatkan pendapatan, tapi juga memungkinkan ia menyekolahkan adiknya hingga perguruan tinggi. “Saya hampir putus kuliah sebelum bergabung, tapi berkat program ini, saya bisa menyelesaikan pendidikan dan menjamin pendidikan adik,” pungkas Tasya.
Untuk 2026, Pertamina menargetkan menambah jumlah peserta hingga 1.000 orang, dengan fokus pada daerah rentan ekonomi dan masyarakat berpenghasilan rendah. Pemetaan wilayah akan dilakukan berdasarkan data sosial-ekonomi nasional (DTSEN) untuk memastikan keberlanjutan program.