New Policy: PT PP Perkuat Fondasi Keuangan untuk Jaga Keberlanjutan Jangka Panjang
PT PP Perkuat Fondasi Keuangan untuk Jaga Keberlanjutan Jangka Panjang
Perusahaan konstruksi nasional PT PP (Persero) Tbk (PTPP) tengah meningkatkan proses transformasi bisnis serta struktur keuangan perseroan. Langkah ini bertujuan memastikan stabilitas performa perusahaan dalam jangka waktu yang panjang, terlepas dari perubahan dinamika sektor konstruksi.
Pada tahun 2025, PTPP melaksanakan langkah hati-hati dengan mengakui penurunan nilai atas sejumlah aset di anak perusahaan. Perseroan juga menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) terhadap piutang dan melakukan penyesuaian nilai persediaan sebagai bagian dari pengelolaan aset yang lebih baik serta manajemen risiko yang ketat.
Strategi untuk Penguatan Keuangan
Kebijakan ini, meski memberi dampak pada kinerja keuangan konsolidasian tahun 2025, dijelaskan manajemen sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan. Hal ini bukan indikasi kelemahan dalam pengoperasian perseroan, melainkan upaya memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
“Penyesuaian laporan keuangan yang dilakukan Perseroan berbasis prinsip kehati-hatian, memastikan data mencerminkan kondisi keuangan yang wajar dan akuntabel,” ujar Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).
Joko menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar perubahan administratif, tetapi merupakan bagian dari perbaikan fundamental keuangan serta kualitas bisnis perusahaan secara menyeluruh. Ia menambahkan bahwa langkah ini bertujuan membangun fondasi penting agar PTPP dapat berkembang secara stabil.
Sejalan dengan prinsip transparansi, PTPP terus menyempurnakan penyajian laporan keuangan tahun 2024. Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan laporan tetap sesuai standar akuntansi, termasuk pencadangan atas proses klaim kontraktual yang sedang diproses.
Langkah Strategis di Tahun Depan
Untuk masa depan, PTPP akan fokus pada bisnis inti konstruksi dan menjual aset tertentu untuk meningkatkan arus kas operasional. Perusahaan juga akan percepat pencairan piutang usaha serta eksploitasi peluang proyek strategis dari pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta.
Perseroan berkomitmen terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemilihan proyek dan pengelolaan portofolio. Hal ini dilakukan guna memperkuat posisi keuangan dan menjaga kinerja yang berkelanjutan, sekaligus menyampaikan informasi secara terbuka sesuai regulasi yang berlaku.