Pasok Narkoba ke Ko Erwin – Andre The Doctor di Malaysia Sejak 2024
Pasok Narkoba ke Ko Erwin, Andre The Doctor di Malaysia Sejak 2024
Setelah lama menghindari penangkapan, Andre Fernando, yang dikenal dengan nama Charlie atau The Doctor, akhirnya ditangkap di Malaysia. Ia berhasil ditangkap saat sedang berada di apartemen pribadinya.
“Penangkapannya dilakukan kemarin, sore hari, di sebuah apartemen di Penang, Malaysia,” kata Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).
Dalam operasi tersebut, Bareskrim Polri bekerja sama dengan Divisi Hubinter dan Interpol, serta KJRI Malaysia. Saat ditangkap, Andre tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan.
“Tidak ada perlawanan, tapi kita berkoordinasi dengan Interpol. Mereka yang melakukan penindakan di Malaysia,” ungkapnya.
Ko Erwin dan Andre The Doctor: Hubungan dalam Kasus Narkoba
Andre merupakan tersangka yang terlibat dalam kasus narkotika yang melibatkan bandar narkoba Ko Erwin. Ko Erwin terlibat dalam dua transaksi sabu pada bulan Januari 2026.
“Kalau dari hasil interogasi dari 2024, Andre alias Charlie alias The Doctor sudah berada di Malaysia,” ucap Leleury.
Transaksi pertama senilai Rp400 juta untuk 2 kg sabu. Transaksi kedua dengan jumlah 3 kg sabu juga bernilai Rp400 juta. Sebelumnya, Andre tercatat sebagai DPO dalam kasus ini, yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.
Peran Andre sebagai Pemasok Narkoba
Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa Andre dikenal dengan julukan ‘The Doctor’. Ia berperan sebagai distributor yang mengimpor narkoba ke Indonesia melalui jalur darat dan kargo.
“Ko Andre atau ‘The Doctor’ menyediakan narkoba berbagai jenis, di antaranya sabu, vape yang mengandung etomidate, dan happy water,” kata Eko melalui keterangannya.
Menurut Eko, jaringan Ko Andre berada di Riau. Ia mengirimkan cartridge vape berisi etomidate dengan merek Ferarri dan Lamborgini melalui jalur laut dari Malaysia via Dumai, Riau. Sementara pengiriman sabu umumnya menggunakan kargo, kemudian diemasukkan ke dalam boneka dan dikemas dalam kotak hadiah.
Saat ini, Andre telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum. Barang bukti yang diamankan di Penang hanya berupa tas dan beberapa handphone.