Solution For: Ketua PBNU Minta Sejoli Viral Tidur Kelonan di Musala Kebumen Dibina
Ketua PBNU Serukan Pemuda yang Viral Tidur Kelonan di Musala Kebumen Dibina
Kasus Viral Terjadi di Musala Pantai Logending
Sebuah video menunjukkan sepasang remaja tidur sambil berpelukan di musala Pantai Logending, Kebumen, Jawa Tengah, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kejadian ini menurut Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, menggambarkan tanda kewaspadaan bahwa rasa malu masyarakat semakin berkurang.
“Kasus sejoli berduaan di musala yang viral bukan hanya melanggar norma, tapi juga menjadi peringatan bahwa sebagian orang mulai kehilangan batas kepantasan,” ujar Gus Fahrur kepada wartawan, Jumat (5/5/2026).
Tempat Ibadah Jangan Jadi Ruang Bermesraan
Gus Fahrur menegaskan musala bukan tempat beristirahat bebas, apalagi untuk bermesraan. Ia menekankan bahwa ruang sujud harus dijaga kesuciannya. Jika masyarakat memperbolehkan kejadian seperti itu, maka nilai moral sosial pun terancam.
“Kesucian tempat ibadah dilanggar secara terbuka, sehingga dampaknya bukan hanya pada bangunan, tapi juga citra moral masyarakat,” tambahnya.
Video Viral yang Memicu Reaksi
Menurut detikJateng, video berdurasi 1 menit 5 detik yang diunggah oleh akun Instagram @reset.feeds menunjukkan seorang laki-laki dan perempuan sedang tidur berduaan di musala. Kejadian ini terjadi pada Rabu (1/4) siang di lokasi wisata Pantai Logending, Desa Ayah, Kecamatan Ayah.
“Iya betul, itu di musala Pantai Logending. Kejadiannya kemarin,” kata Kapolsek Ayah, AKP Diyono.
Proses Penyelesaian oleh Pihak Berwenang
Diyono mengungkapkan bahwa tiga remaja—DS (18), LA (21), dan AA (21)—ditemukan berpelukan dan tidur bersama di dalam musala. Setelah digerebek warga, mereka diserahkan ke Polairud Pantai Logending lalu diperiksa di Polsek Ayah. Orang tua para pelaku juga dipanggil dalam upaya menyelesaikan masalah.
“Islam mengajarkan keadilan dan kasih sayang. Lebih baik menutup aib dan memberi ruang taubat daripada mempermalukan, terlebih jika pelaku masih muda dan punya peluang perbaikan,” tutur Gus Fahrur.
Pembinaan Lebih Efektif Daripada Hukuman
Ketua PBNU menggarisbawahi bahwa pendekatan edukasi dan pembinaan sering kali lebih tepat dibanding penghukuman langsung. Menurutnya, memahami kesalahan dan memberi kesempatan bertaubat adalah cara yang manusiawi untuk memperkuat iman dan kepatuhan.