Solution For: Toleransi saat Salat Jumat di Istiqlal Bareng Jumat Agung di Katedral
Demonstrasi Kebangsaan di Istiqlal dan Katedral Jakarta Selama Hari Jumat
Durasi jemaat Muslim dan Katolik di Ibu Kota memperlihatkan sikap saling menghormati dalam ibadah Jumat. Kegiatan di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral berjalan sejalan, menciptakan suasana yang harmonis.
Refleksi Bambang: Kebiasaan yang Terbentuk Sejak Lama
Bambang (55), warga Bogor, membagikan pengalaman ibadah Jumat di Istiqlal. Ia mengatakan bahwa kondisi yang tercipta antara kedua jemaat terasa nyaman.
“Dari perspektif saya, suasana cukup tenang. Kita hanya fokus pada menjalankan ibadah masing-masing,” ujarnya saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2026).
Dalam keluarganya, toleransi beragama sudah menjadi kebiasaan. Bambang menjelaskan bahwa anggota keluarga yang berbeda agama saling menghargai.
“Karena ada kerabat yang beragama Kristen, kita saling menghormati,” tambahnya.
Aktivitas di Katedral Jakarta: Kondisi Ibadah yang Menenangkan
Jemaat Gereja Katedral menikmati suasana ibadah yang tenang dan terorganisir. Nata, salah satu pengikut ibadah, menegaskan bahwa acara berjalan lancar.
“Suasana di sini sangat damai, bisa beribadah dengan rasa nyaman,” kata Nata.
Misalnya, jemaat memadati ruang ibadah, termasuk area luar gereja. Misa dimulai pukul 12.00 WIB dengan lagu-lagu rohani yang dibawakan.
Dalam rangkaian Pekan Suci, Katedral Jakarta menghadirkan pertunjukan kreatif ‘Jalan Salib Kreatif’ sebagai pembuka. Acara ini dimulai sejak pagi, pukul 08.50 WIB, dan menyajikan drama musik serta tari.
“Pertunjukan ini disutradarai oleh generasi muda, Yogi Tanowo, dengan bantuan koreografer dan penata musik,” jelas Susyana Suwadie, juru bicara Katedral Jakarta, kepada wartawan.
Acara ini bertujuan mengingatkan jemaat tentang penderitaan dan kematian Yesus Kristus. Susyana menjelaskan bahwa ibadah tersebut mendorong pemahaman iman yang lebih mendalam.