Special Plan: Mendes Dorong Potensi Desa Dapat Diserap Dapur MBG & Rambah Kancah Global
Mendes Dorong Potensi Desa Dapat Diserap Dapur MBG & Rambah Kancah Global
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) menyoroti bahwa desa-desa di Indonesia memiliki sumber daya alam serta keunggulan lokal yang luar biasa dan beragam. Hal ini, menurut Yandri Susanto, Menteri Desa, tidak ditemukan secara signifikan di kawasan perkotaan.
Oleh karena itu, desa yang mampu mengoptimalkan potensi tersebut memiliki peluang besar untuk terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan dari luar.
Kontak dengan Wali Nagari
Kata-kata Yandri disampaikan saat bertemu dengan para Wali Nagari se-Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (3/4). Ia menekankan bahwa pemimpin desa perlu mampu mengenali potensi unik yang ada di wilayahnya, karena setiap proyek MBG membutuhkan kearifan lokal sebagai dasar pembangunan.
“Di kita banyak program, Pak. Ada desa lele, desa ikan nila, desa ayam petelur, desa jagung. Pak Wali Nagari harus bisa mengidentifikasi potensi-potensi yang ada di desa. Karena itu semua dibutuhkan oleh program MBG. Harus mampu mendorong masyarakat desa untuk fokus budidaya itu,” ujar Yandri dalam keterangannya, Sabtu (4/4).
Ekspor Hasil Bumi dan Penguatan Ekonomi
Yandri juga berharap produk pertanian dari desa-desa dikembangkan secara maksimal, sehingga bisa mencapai pasar nasional maupun internasional. Menurutnya, saat ini Kementerian Desa telah berhasil menciptakan inovasi-inovasi yang memungkinkan beberapa desa ekspor mengirimkan produk ke luar negeri, termasuk Eropa.
“Mungkin dari 103 desa itu mungkin ada beberapa yang punya potensi untuk diekspor. Ya nanti langsung ke negara tujuan, Pak. Selama ini kan petani yang capek, tapi gak dapat duit banyak. Kenapa, karena terlalu banyak tengkulak yang terlalu panjang rantainya itu,” ujar mantan Anggota DPR RI.
Ia menambahkan, program desa ekspor telah diluncurkan secara langsung ke pasar tujuan, sehingga mempercepat proses distribusi produk. “Jadi di kami ada program desa ekspor yang sudah banyak kami launching, kami lepas ke negara-negara tujuan. Jadi lepas bendera itu langsung dari desa saya itu, bukan dari pelabuhan,” imbuhnya.
Pengelolaan Bantuan dan Legacy
Menteri asal Bengkulu Selatan ini menekankan perlunya pengelolaan bantuan yang hati-hati, transparan, serta akuntabel oleh pemerintah daerah. Tujuannya adalah agar manfaat bantuan tidak hilang begitu saja, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
“Ini juga akan menjadi legacy Pak Bupati dan Pak DPR, serta kita semua. Jadi mohon dengan sangat, sebab kuncinya di kita semua, karena percuma Pak Bupati, Pak DPR keliling pidato program tapi bapak ibu tidak menyambut, tidak mengawal, hilang program itu Pak,” tutur mantan Ketua Komisi VIII DPR RI.
Di sisi lain, Arisal Aziz, Anggota DPR RI dari F-PAN, Dapil Sumatera Barat II, mengatakan kunjungan Yandri ke Padang Pariaman membawa peluang besar untuk mendorong keinginan masyarakat. “Kami persilahkan bapak-bapak Wali Nagari untuk bertanya dan menyampaikan langsung ke Pak Menteri,” ujarnya.
Kegiatan Khas Selama Kunjungan
Selama kunjungannya ke Padang Pariaman, Yandri menyempatkan diri untuk melaksanakan Salat Jumat di Masjid Syekh Burhanuddin. Setelah itu, ia melanjutkan dengan ziarah ke Makam ulama besar yang juga dikenal sebagai penyebar Islam di Minangkabau.
Yandri dianggap sebagai tokoh yang mempercepat penyebaran agama Islam di Sumatera Barat melalui pendekatan dakwah yang lembut serta integrasi budaya yang bermakna.