Special Plan: TAUD Sebut Andrie Yunus Sudah Jalani 5 Kali Operasi Kulit hingga Mata
TAUD Sebut Andrie Yunus Sudah Jalani 5 Kali Operasi Kulit hingga Mata
Dalam aksi mengenang 30 hari kejadian penyiraman air keras, Fatia Maulidiyanti dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap kondisi Andrie Yunus yang masih memerlukan perawatan intensif. Hingga saat ini, Andrie telah menjalani sekitar lima kali prosedur bedah, termasuk untuk kulit dan mata. Proses transplantasi kulit dilakukan dengan mengambil jaringan dari paha ke bagian tubuh lain seperti dada, leher, dan lengan, kata Fatia saat berbicara di depan RSCM, Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Kondisi Kritis Pasca-Penyiraman
Fatia menjelaskan bahwa Andrie masih membutuhkan beberapa bulan pengobatan. Dalam waktu empat bulan mendatang, ada rencana untuk melakukan operasi mata. “Andrie akan terus menjalani terapi hingga beberapa bulan ke depan, termasuk operasi mata yang akan dilakukan empat bulan lagi,” ujarnya.
“Kita berdoa agar Andrie bisa mendapatkan transplantasi mata dan pulih kembali, karena air asam yang dialaminya sangat menghancurkan, hingga bola matanya meleleh, mengancam penglihatannya di mata kanan,” kata Fatia.
Penyidikan oleh Puspom TNI
Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) malam. Puspom TNI telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Mereka adalah anggota Denma Bais TNI dari matra Angkatan Laut dan Udara. Proses penyidikan selesai, dan berkas perkara serta tersangka diserahkan ke Oditur Militer II-07 Jakarta, Selasa (7/4/2026).
“Penyidik Puspom TNI telah menyelesaikan seluruh tahap penyidikan sesuai aturan. Hari ini, berkas serta tersangka dan barang bukti ditujukan ke Otmil II-07 Jakarta,” tutur Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah, Kapuspen TNI.
Menurut Aulia, berkas perkara akan diperiksa kelengkapan formil dan materiil. Jika lengkap, keempat tersangka akan diadili di Pengadilan Militer. “Setelah itu, berkas akan diserahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta untuk dilanjutkan proses hukum,” ujarnya. (ial/dwr)