Topics Covered: Gegara Perang, Plastik Mendadak Jadi Barang Mahal!

Gegara Perang, Plastik Mendadak Jadi Barang Mahal!

Kenaikan harga plastik di Indonesia dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Negara ini masih mengandalkan impor sebagai sumber utama bahan dasar plastik.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor plastik dan produk plastik (HS 39) mencapai US$ 873,2 juta atau Rp 14,78 triliun (kurs Rp 16.927) pada Februari 2026. Bahan tersebut berasal dari berbagai negara.

China menjadi negara pengirim terbesar dengan kontribusi US$ 380,1 juta. Disusul oleh Thailand (US$ 82,7 juta) dan Korea Selatan (US$ 66,7 juta). Impor dari Amerika Serikat (AS) juga tercatat dengan nilai US$ 29,9 juta, sementara Arab Saudi menyumbang US$ 14,9 juta. Sumber lainnya meliputi Vietnam, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.

“Kami mengamati kenaikan harga plastik sudah cukup lama. Saat memasuki bulan Ramadan, mulai terlihat adanya peningkatan. Puncaknya, kenaikan mencapai 50%,” jelas Reynaldi Sarijowan, Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, kepada detikcom, Minggu (5/4/2026).

Reynaldi mencontohkan harga plastik kresek yang naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pak. Jenis plastik lainnya, seperti kemasan, juga mengalami kenaikan hingga Rp 25.000 per unit.

Dia menambahkan, ketergantungan pada impor membuat perang di Timur Tengah berdampak signifikan ke dalam negeri. “Dampak konflik ini akan terus terasa karena memang risiko dari ketergantungan bahan baku luar negeri cukup besar,” imbuhnya.

Menurut data S&P Global Energy, Timur Tengah menyumbang sekitar 25% dari ekspor polyethylene dan polypropylene global. Konflik di wilayah tersebut mengganggu rantai pasok produk minyak bumi, termasuk bahan baku plastik.

“Sekitar 84% kapasitas polyethylene di kawasan Timur Tengah bergantung pada Selat Hormuz untuk distribusi melalui laut,” kata Harrison Jacoby, Direktur Polyethylene di Independent Commodity Intelligence Services, seperti dilansir CNN.

Reynaldi menyebutkan, para pedagang pasar yang sering menggunakan plastik untuk kemasan mengeluhkan kenaikan biaya. Ia memperkirakan, fluktuasi harga plastik bisa memengaruhi komoditas lain di pasaran.

Kenaikan harga plastik terjadi karena bahan baku utamanya berasal dari pengolahan minyak bumi. Polyethylene dan polypropylene, dua jenis plastik paling umum, menjadi konsumen utama dari hasil minyak tersebut.

Saksikan Pembahasan Selengkapnya

Program detikPagi edisi Senin (6/4/2026) akan membahas lebih dalam mengenai dampak perang terhadap harga plastik. Detikers bisa menonton live streaming informasi sarapan di 20.detik.com, YouTube, TikTok, dan Facebook detikcom, setiap Senin-Jumat pukul 08.00-11.00 WIB.

Tidak hanya menonton, pengguna juga bisa berinteraksi langsung melalui fitur live chat. “Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *