Topics Covered: Komisi IX DPR Bakal Panggil BGN Buntut Pengadaan Motor Listrik Kepala SPPG

Komisi IX DPR akan Panggil BGN terkait Pembelian Motor Listrik untuk SPPG

Komisi IX DPR, melalui Wakil Ketuanya Charles Honoris, menyoroti pengadaan ribuan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai isu yang perlu diperiksa. Charles menyebutkan, jika pengadaan ini benar-benar ditolak Kementerian Keuangan, maka tindakan BGN melanjutkannya tanpa mekanisme anggaran yang sah dianggapnya sebagai pelanggaran dalam tata kelola keuangan negara.

“Kalau benar pengadaan ini sudah pernah ditolak oleh Kementerian Keuangan, lalu tetap dijalankan oleh BGN, maka ini sudah masuk ranah pelanggaran dalam tata kelola anggaran negara. Tidak boleh ada lembaga yang merasa bisa berjalan di luar mekanisme anggaran yang sah,” kata Charles kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Pernyataan Kepala BGN

Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait video viral yang menampilkan puluhan ribu motor listrik berlogo BGN. Menurut Dadan, kendaraan tersebut merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 dan dimaksudkan untuk memudahkan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam siaran pers, Selasa (7/4).

Dadan menjelaskan, jumlah motor yang terlihat dalam video tidak mencapai 70 ribu unit, melainkan 21.801 unit dari total 25.000 yang dipesan. Ia menegaskan kendaraan-kendaraan tersebut belum didistribusikan dan harus melalui proses administrasi BMN sebelum bisa digunakan.

Menteri Keuangan Buka Suara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut merespons video viral yang menampilkan ribuan motor listrik. Ia mengatakan belum memahami detail informasi tersebut dan akan mengecek kembali.

“Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor, tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi,” kata Purbaya dalam diskusi media di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).

Purbaya menilai anggaran MBG seharusnya dialokasikan untuk pembelian makanan, bukan kendaraan. Ia menyebut mitra MBG sudah memperoleh keuntungan sehingga bisa menyisihkannya untuk membeli motor secara bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *